Karanganyar, KabarTerkiniNews.co.id , Dunia jurnalistik di wilayah Karanganyar kehilangan salah satu sosok seniornya. Mantan wartawan Suara Merdeka, Joko Dwi Hastanto (61), dikenal sebagai jurnalis pekerja keras yang tetap menjalankan tugasnya hingga akhir hayat.
Almarhum meninggal dunia pada Rabu (18/2/2026) pukul 03.00 WIB di RSUD Dr. Moewardi, setelah sebelumnya menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar.
Dedikasi Jurnalistik Hingga Akhir
Semasa hidupnya, Almarhum Joko dikenal memiliki dedikasi tinggi terhadap profesi jurnalistik. Setelah pensiun dari Suara Merdeka, ia tetap aktif menulis dan bergabung dengan Suluh Media Online (Smol.id).
Meski kondisi kesehatannya menurun, almarhum tetap menjalankan tugas peliputan dan aktivitas jurnalistiknya. Rekan-rekan seprofesi mengenangnya sebagai sosok pekerja keras yang tidak pernah meninggalkan tanggung jawabnya sebagai wartawan.
Ketua Forum Jurnalis Karanganyar, Arga Diraksa, menyebut almarhum sebagai pribadi yang mudah bergaul dan menjadi teladan bagi wartawan muda.
“Almarhum pribadi yang baik, humoris, dan selalu mengingatkan dalam kebaikan. Kami merasa sangat kehilangan sosok beliau,” ujarnya.
Sosok yang Dihormati Berbagai Kalangan
Kepergian Joko Dwi Hastanto mengundang duka dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat daerah hingga komunitas wartawan. Rumah duka di Desa Jaten dipadati pelayat yang datang memberikan penghormatan terakhir.
Bupati Karanganyar Rober Christanto bersama Wakil Bupati Adhe Eliana turut melayat dan menyampaikan belasungkawa.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Karanganyar, kami menyampaikan belasungkawa. Beliau orang baik selama bertugas sebagai wartawan di Karanganyar,” ujar Bupati.
Dimakamkan di Kampung Halaman
Setelah disalatkan, jenazah almarhum dimakamkan di kampung halamannya di Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen.
Kepergian Joko Dwi Hastanto meninggalkan kenangan mendalam bagi dunia pers, khususnya di Karanganyar. Dedikasi dan keteladanannya sebagai jurnalis yang setia pada profesi hingga akhir hayat menjadi warisan berharga bagi generasi wartawan berikutnya. (Redaksi)







