Gubernur Jateng Lepas Ribuan Peserta Balik Rantau Gratis 2026 di Donohudan Boyolali

Gubernur Jateng Lepas Ribuan Peserta Balik Rantau Gratis 2026 di Donohudan Boyolali. Foto : Irvan Agusta

Boyolali, KabarTerkiniNews.co.id – Suasana di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, mendadak ramai pada Sabtu (28/3/2026). Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, secara resmi melepas ribuan warga yang hendak kembali ke perantauan melalui Program Balik Rantau Gratis 2026. Program ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya bagi para pekerja sektor informal yang ingin kembali mengadu nasib di ibu kota dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi menekankan bahwa negara harus hadir tidak hanya saat menyambut kedatangan warga pada arus mudik, tetapi juga saat mereka harus kembali bekerja. Dengan biaya perjalanan yang ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah, para perantau diharapkan dapat menjaga tabungan mereka untuk kebutuhan keluarga di kampung halaman. Lebih dari sekadar bantuan biaya, program ini juga menjadi strategi pengaturan lalu lintas agar pergerakan pemudik lebih terkonsentrasi dan terawasi, sehingga risiko kecelakaan di titik-titik rawan dapat diminimalisir.

Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan Jawa Tengah, antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Pendaftaran yang dibuka selama dua hari langsung ludes hanya dalam waktu 10 menit. Secara keseluruhan, rangkaian program Mudik dan Balik Rantau Gratis Pemprov Jateng tahun ini menjangkau total 21.975 orang. Angka tersebut mencakup 1.288 penumpang kereta api dan 16.186 penumpang bus saat arus mudik, serta 320 penumpang kereta api dan 4.181 penumpang bus untuk arus balik.

Untuk armada balik kali ini, Pemprov Jateng mengerahkan 84 unit bus yang mayoritas menuju Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta, dan sebagian lagi menuju Bandung. Sementara itu, moda kereta api menggunakan KA Tawang Jaya Premium telah lebih dulu diberangkatkan pada Jumat (27/3) dari Stasiun Tawang Semarang menuju Stasiun Pasar Senen. Seluruh armada dan kru dipastikan telah melewati uji kelaikan serta pemeriksaan kesehatan ketat demi menjamin keamanan penumpang di perjalanan.

Program ini juga dirancang inklusif agar dapat dinikmati oleh semua kalangan, termasuk kelompok rentan. Sudiman, salah satu peserta, merasa sangat terbantu karena anaknya yang berkebutuhan khusus mendapatkan fasilitas yang layak selama proses keberangkatan. Begitu pula dengan Lendra, seorang pengemudi ojek online asal Solo, yang mengaku penghematan ongkos ini sangat berarti untuk menyambung hidup di perantauan.

Sebelum melepas keberangkatan bus secara simbolis, Ahmad Luthfi sempat menitipkan pesan kepada warganya agar tetap menjaga etos kerja dan nama baik Jawa Tengah di tanah rantau. Ia mengingatkan bahwa warga Jateng dikenal sebagai pribadi yang pekerja keras, sopan, dan toleran. “Bawa nama baik daerah asal kalian,” tutupnya sembari melambaikan tangan kepada para penumpang yang mulai bergerak meninggalkan lokasi.

Irvan Agusta

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *