Pekalongan, KabarTerkiniNews.co.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kajen Kabupaten Pekalongan mulai mengembangkan konsep Green Hospital sebagai upaya mewujudkan lingkungan rumah sakit yang sehat, asri, dan berkelanjutan. Hal itu disampaikan Direktur RSUD Kajen, dr. Imam Prasetyo, saat kunjungan lokasi di kompleks rumah sakit.
Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari visi dan misi rumah sakit yang telah disusun sejak 2021, namun belum sepenuhnya terealisasi.
“Salah satu misi kami adalah Green Hospital, yaitu menciptakan rumah sakit yang asri, aman, sehat, rapi, dan indah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengembangan konsep tersebut akan memanfaatkan lahan tidur seluas sekitar 7.000 hingga 8.000 meter persegi yang ada di lingkungan RSUD Kajen. Lahan tersebut rencananya akan dioptimalkan tidak hanya untuk penghijauan, tetapi juga mendukung ketahanan pangan.
Selain penataan ruang terbuka hijau, RSUD Kajen juga merancang sejumlah langkah pendukung, seperti pengelolaan bank sampah, penggunaan energi alternatif berupa listrik tenaga surya, efisiensi penggunaan air, serta pengelolaan limbah yang lebih baik.
“Harapannya rumah sakit ini benar-benar berwawasan lingkungan, sehingga pasien bisa merasa lebih nyaman dan bahkan terbantu proses penyembuhannya dengan adanya taman-taman yang hijau,” jelasnya.
Imam menambahkan, realisasi program akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran. Dalam waktu dekat, pihaknya akan fokus pada pembersihan lahan dan penataan area hijau, termasuk penambahan tanaman hias dan vegetasi lainnya.
Ia juga mengajak seluruh sivitas rumah sakit dan pengunjung untuk mendukung program tersebut, terutama dalam pengelolaan sampah.
“Kami mohon dukungan semua pihak, khususnya dalam pemilahan sampah dari hulu ke hilir, karena ini sangat menentukan keberhasilan program,” tegasnya.
Sementara itu, Humas Duta Petani Milenial Kabupaten Pekalongan, Handono Warih, menyatakan pihaknya turut bersinergi dalam mendukung pengembangan Green Hospital di RSUD Kajen. Keterlibatan tersebut dilakukan bersama penyuluh pertanian lapangan (PPL) dari Kementerian Pertanian di Kecamatan Karanganyar.
“Kami melakukan asesmen dan menghitung kebutuhan untuk pengelolaan lahan tidur, guna mendukung target ruang terbuka hijau dan konsep Green Hospital,” katanya.
Ia menambahkan, pengembangan tersebut juga mengacu pada target nasional komposisi lahan, yakni 70 persen untuk bangunan dan 30 persen untuk ruang terbuka hijau atau zona ketahanan pangan.
Menurutnya, keberadaan ruang hijau tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memiliki nilai edukasi bagi masyarakat serta membantu pemulihan psikologis pasien.
“Ke depan, kami harap tata kelola lingkungan, ekologi, dan manajemen limbah di RSUD Kajen bisa semakin baik melalui kolaborasi semua pihak,” pungkasnya.
Kermit







