Kupang, KabarTerkiniNews.co.id – Tanam pohon, tanam air” adalah gerakan konservasi untuk menjaga ketersediaan air tanah dengan menanam pohon, dimana akar pohon mengikat air hujan dan menyimpannya sebagai cadangan di dalam tanah.
Hal inilah yang sejak tahun 2010 lalu dilakukan oleh Sefnat Djo Ga, warga RT 15/RW 05 Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang terus menanam aneka pohon di wilayah kelurahan Manutapen tepatnya di wilayah embung 3 Kelurahan Manutapen.
Ia mengatakan gerakan yang ia buat ini berfokus pada dua aksi utama yakni menanam pohon berakar dalam di area resapan atau sumber mata air untuk mencegah kekeringan dan longsor, seperti bambu dan mahoni.
” Saya tanam pohon seperti bambu dan mahoni selain menjaga hutan juga pohon ini bisa menyimpan air serta mencegah longsor,” jelasnya, Selasa (19/5/2026).
Ia juga menjelaskan untuk area Kupang yang memiliki iklim kering, menanam pohon endemik seperti pohon lontar, mahoni dan gamelin sangat efektif untuk konservasi lahan dan air.
” Kalau bambu efektif mengikat tanah agar tak mudah longsor, maka tanaman seperti pohon lontar, gamelin dan mahoni sangat efektif untuk konservasi lahan dan air,” tutupnya.
Rudy







