KARANGANYAR Kabarterkininews.co.id– Memaknai kemerdekaan dengan cara berbeda dilakukan sejumlah tokoh dan komunitas melalui kegiatan Sharing Session di Hotel Jawa Dwipa Heritage Resort & Convention, Karanganyar, Senin, 17 Agustus 2026.
Kegiatan yang digelar bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini menjadi ruang berbagi ilmu dan pengalaman, sekaligus mengajak masyarakat memperkuat ketahanan pangan dari sumber daya yang ada di lingkungan sekitar.
Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Bayu Diningrat, S.E., Mbah Nur Hadi, serta Ustadz Syihabuddin Abdul Mu’iz, Lc.
Dalam kegiatan ini, semangat ketahanan pangan juga diwujudkan melalui gerakan “Tebar Ikan dan Jaga Lawu”. Sebanyak satu juta benih ikan disiapkan untuk disebarkan di sungai-sungai di kawasan lereng Gunung Lawu yang alirannya bermuara ke Bengawan Solo.
Bayu Diningrat dari Petani Teman Sejati mengatakan, gerakan tersebut merupakan bagian dari target besar penyebaran hingga 100 juta benih ikan di berbagai wilayah.
Menurut Bayu, tujuan gerakan ini bukan semata-mata menambah populasi ikan di sungai, tetapi mengembalikan fungsi sungai sebagai salah satu sumber pangan masyarakat.
“Tujuannya masyarakat akan kembali memperoleh kemerdekaan, dengan bisa lagi mencari lauk di sungai, dengan menangkap ikan,” ujar Bayu.
Sementara itu, Mbah Nur Hadi sebagai salah satu pemrakarsa mengatakan, gerakan penyebaran benih ikan telah dilakukan di sejumlah kawasan pegunungan di Jawa Tengah.
Mulai dari Gunung Lawu, Sindoro, Sumbing, Merapi, Merbabu, Ungaran, Telomoyo hingga Andong. Untuk wilayah Soloraya, kawasan Lawu menjadi salah satu lokasi awal penyebaran benih.
Mbah Nur Hadi menargetkan sebanyak 100 juta benih ikan dapat ditebar di seluruh wilayah Jawa Tengah.
“Harapannya semua sungai nanti ada ikan, sehingga masyarakat mudah memancing ikan,” kata Mbah Nur Hadi.
Menurutnya, gerakan tersebut dibiayai secara pribadi sebagai bentuk rasa syukur. Sejak kecil, Mbah Nur Hadi mengaku telah berkecimpung di bidang perikanan.
Bahkan, hasil usaha ternak ikan selama ini menjadi sumber penghidupan keluarganya, termasuk untuk membiayai kebutuhan 12 anaknya.
Kegiatan Sharing Session ini pun menjadi bagian dari pesan yang lebih luas dalam memperingati kemerdekaan. Bahwa mengisi kemerdekaan tidak hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dengan berbagi pengetahuan, membangun kemandirian pangan, serta menjaga lingkungan agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dari ruang berbagi ilmu, gerakan tersebut kemudian diarahkan pada aksi nyata: menjaga alam, memperkuat ketahanan pangan, dan mengembalikan sungai sebagai sumber kehidupan masyarakat. ( Her / KTN)







