Yogyakarta, KabarTerkiniNews.co.id – PT Permodalan Nasional Madani (PNM), menjalankan program Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan (TJSL), untuk membersihkan sungai dari sampah.
Kegiatan ini, melibatkan karyawan, warga masyarakat, pelaku pariwisata, serta bekerjasama dengan berbagai lintas sektor, guna mencegah banjir dan menjaga kebersihan lingkungan.
Tak dipungkiri, masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, berdampak pada sejumlah sektor. Salah satunya, pencemaran sungai dan kali, lantaran aktivitas membuang sampah sembarangan.
Kondisi itu, mendorong salah satu lembaga keuangan non perbankan, PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) yogyakarta, turun gunung membersihkan sampah di sungai.
Memanfaatkan susutnya debit air sungai saat kemarau, Kamis pagi, manajemen serta perwakilan karyawan PNM, yang berkolaborasi dengan pemerintah, serta lintas sektor, pelaku pariwisata dan masyarakat umum, membersihkan kali Buntung, di Tegalrejo, Kota Yogyakarta, sebagai bentuk mitigasi banjir, yang menjadi bagian dari upaya revitalisasi melalui program tanggung jawab sosial (TJSL).
Berbekal peralatan seadanya, satu persatu sampah mereka jumput dari dasar sungai, untuk kemudian dikumpulkan dan dilakukan penanganan berkelanjutan, oleh DLH Kota Yogyakarta.
Pemimpin Cabang PT.PNM Yogyakarta, Agus Triyanto menjelaskan, program bersih-bersih kali ini merupakan bagian dari implementasi semangat juang PNM, dalam menyemarakkan HUT RI yang ke 81, untuk merdekakan sungai dari sampah.
“Ini baguan dari kepedulian kita bersama, bagaimana kondisi sungai di Yogyakarta ini masih banyak yang terpapar pencemaran lingkungan, kita coba bantu bersihkan, agar sungai di Yogyakarta ini benar merdeka dsri sampah,” ungkap pimpinan cabang PNM Yogyakarta.
Sementara itu, aksi nyata yang diinisisasi oleh lembaga keuangan non perbankan ini, disambut baik oleh masyarakat. Tak hanya membuat lingkungan bersih, tetapi juga sebagai pendukung kegiatan pariwisata sekitar.
Sunarti, selaku pengelola wisata kampung Markisa mengungkapkan, kegiatan bersih sungai ini tak sekedar membuat limgkungan bersih, sapu juga sebagai sarana edukasi kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan, dengan tidak membuang sampah di sungai, yang kerap menjadi pemicu banjir saat musim penghujan tiba.
“Peduli lingkungan harus saling berkolaborasi seluruh pihak, kalau sungai bebas sampah, gak lagi ada banjir, dan bersih, wisata juga terdukung,” tutur Sunarti.
Selain bersih-bersih sungai, peserta juga melakukan bersih-bersih lingkungan di sepanjang bantaran sungai Buntung, untuk menciptakan suasana kampung yang asri, sehat, dan nyaman.
Sebagai wujud dukungan lingkungan, dalam kegiatan tersebut diserahkan pula bantuan tempat sampah terpilah kepada pengelola wisata Kampung Markisa.
Rangkaian kegiatan bersih lingkungan tersebut, ditutup dengan pemeriksaan kesehatan gratis yang turut melibatkan tim kesehatan dari Brimob Polda DIY.
Joko Pramono







