BOYOLALI – Detik-detik dramatis mewarnai proses evakuasi sopir truk trailer yang terguling di jalur Semarang-Boyolali, Jawa Tengah. Truk bermuatan sekitar 20 ton kapas tersebut tergelincir dan masuk ke saluran sedalam kurang lebih 15 meter.
Kecelakaan itu mengakibatkan kabin truk ringsek setelah tertimpa bagian gandengan trailer. Sopir yang berada di dalam kabin pun terjebak dan akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Korban diketahui bernama Raka Vijay (31), warga Kota Semarang. Ia terjepit di antara dashboard dan jok penumpang setelah kabin truk tertimpa badan trailer.
Evakuasi Hampir Tiga Jam
Proses evakuasi berlangsung penuh ketegangan. Petugas harus bekerja ekstra hati-hati karena posisi kabin berada di bawah badan trailer dan tumpukan muatan kapas.
Setiap bale kapas disebut memiliki berat sekitar 311 kilogram. Beratnya muatan membuat petugas tidak bisa sembarangan memindahkan tumpukan kapas karena masih terdapat korban yang terjebak di dalam kabin.
Tim gabungan dari Basarnas Surakarta, PMI Boyolali, Satlantas Polres Boyolali, dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Boyolali diterjunkan ke lokasi.
Petugas juga menggunakan kendaraan derek untuk mengangkat bagian badan trailer. Langkah tersebut dilakukan agar kabin tidak semakin terhimpit.
Setelah berjuang hampir tiga jam, petugas akhirnya berhasil mengeluarkan korban dari dalam kabin. Namun, nyawa Raka Vijay tidak dapat diselamatkan.
Jenazah korban kemudian dibawa ke kamar jenazah RSUD Pandan Arang Boyolali.
Keluarga Korban Datang ke Lokasi
Suasana semakin haru ketika keluarga korban tiba di lokasi kecelakaan.
Istri dan orang tua Raka tak kuasa menahan tangis saat menyaksikan petugas berusaha mengevakuasi korban dari dalam kabin.
Ibu korban bahkan sempat pingsan dan harus mendapatkan penanganan dari petugas medis.
Istri korban, Fenti, mengaku masih sempat berkomunikasi dengan suaminya melalui telepon seluler beberapa menit sebelum kecelakaan terjadi.
Dalam percakapan terakhir tersebut, Raka sempat mengabarkan bahwa dirinya sudah tiba di wilayah Kabupaten Boyolali.
Namun, tidak lama kemudian Fenti justru mendapatkan kabar bahwa suaminya mengalami kecelakaan.
Truk Melaju dari Semarang Menuju Sragen
Berdasarkan informasi awal kepolisian, truk tersebut melaju dari arah Semarang menuju Sragen dengan membawa muatan kapas.
Saat melintasi jalan menurun, truk diduga tiba-tiba oleng ke kanan hingga keluar jalur dan masuk ke lajur berlawanan.
Truk kemudian menabrak pagar pembatas jalan sebelum tergelincir dan masuk ke saluran.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Boyolali, Iptu Bambang Nova, mengatakan proses evakuasi menjadi sangat sulit karena beratnya muatan kapas yang menimpa bagian kabin.
“Evakuasi amat sulit karena ada tumpukan kapas. Satu bale seberat 311 kilogram. Kepala sopir terjepit bodi kendaraan dan ditumpuk muatan kapas,” ujar Bambang.
Ia memastikan sopir ditemukan dalam kondisi meninggal dunia akibat terjepit.
“Korban meninggal dunia terjepit antara dashboard dengan jok penumpang,” katanya.
Terkait penyebab kecelakaan, polisi masih melakukan penyelidikan. Salah satu dugaan awal adalah pengemudi mengalami microsleep atau tertidur sesaat ketika berkendara.
Kecelakaan dan proses evakuasi menyebabkan arus lalu lintas jalur Semarang-Solo maupun arah sebaliknya sempat terganggu. Kemacetan dilaporkan mencapai sekitar dua kilometer.
Sementara itu, bangkai truk trailer belum sepenuhnya berhasil dievakuasi dari dasar saluran. Petugas masih menunggu kendaraan derek dengan kapasitas lebih besar untuk mengangkat badan trailer.
Ahza Irvani







