Melek AI Sejak Sekolah, 781 Siswa di Sukoharjo Dijejali Pelatihan AI oleh Polres dan Senopati Academy

Sukoharjo, KabarTerkiniNews.co.id – Perkembangan pesat teknologi Artificial Intelligence (AI) tak lagi cuma jadi konsumsi praktisi teknologi, tapi kini mulai merambah bangku sekolah di Kabupaten Sukoharjo.

Mengantisipasi risiko sekaligus mengoptimalkan potensi positifnya, Polres Sukoharjo menggandeng Senopati Academy menggelar program pelatihan bertajuk “Paham AI” untuk siswa SMA/SMK sederajat.

Bacaan Lainnya

Tak tanggung-tanggung, program yang berlangsung sejak 10 Agustus hingga 24 September 2026 ini menargetkan 38 sekolah. Hingga kini, tercatat 781 pelajar dari 18 sekolah telah mengantongi bekal literasi digital masa depan tersebut.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo, mengungkapkan bahwa pelatihan yang digelar rutin setiap Senin hingga Kamis ini dirancang untuk membentuk generasi muda yang makin cakap dan bertanggung jawab di ruang digital.

“Pelatihan Paham AI ini kami laksanakan sejak 10 Agustus sampai 24 September 2026. Sampai saat ini sudah ada 18 sekolah yang menerima materi dari para trainer,” ujar Anggaito, Senin (7/9/2026).

​Polisi Jadi Trainer AI
​Uniknya, Polres Sukoharjo menerjunkan langsung 30 trainer dari personel gabungan perwira dan bintara yang telah dibekali materi khusus. Para personel kepolisian ini turun ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi mengenai pemanfaatan AI secara produktif, aman, dan beretika.

Melihat antusiasme yang tinggi, pihak kepolisian optimistis target peserta akan melampaui estimasi awal.
​Target Peserta: ~820 pelajar
​Realisasi Saat Ini: 781 pelajar
​Jangkauan Sekolah: 38 SMA/SMK sederajat

“Target kami sekitar 820 pelajar. Kalau nanti jumlahnya lebih dari target, tentu lebih bagus,” tambah Anggaito.
​Bukan Cuma Pakai, Tapi Harus Kritis

​Meski AI menawarkan berbagai kemudahan dalam mencari informasi dan membantu proses belajar, Anggaito mengingatkan para siswa agar tidak telan mentah-mentah hasil olahan kecerdasan buatan tersebut. Kemampuan berpikir kritis dan fact-checking (verifikasi data) tetap berada di tangan manusia.

Beberapa poin utama yang ditekankan dalam pelatihan ini diantaranya Verifikasi Data, yakni Memastikan informasi hasil AI tidak diterima begitu saja tanpa dicek kebenarannya. Privasi Digital yakni menjaga keamanan data pribadi saat berinteraksi dengan platform AI. Berikutnya membahas ​Etika dan Batasan. Diharapan bisa memahami bahwa AI hanyalah alat bantu (tool), bukan pengganti nalar dan pemikiran kritis manusia.

“Yang paling penting adalah membangun kesadaran bahwa AI adalah alat bantu. Pelajar tetap harus berpikir kritis, melakukan verifikasi informasi, serta memahami etika penggunaannya,” pungkasnya.
​Melalui terobosan ini, Polres Sukoharjo berharap para pelajar di wilayahnya tidak sekadar menjadi pengguna teknologi yang pasif, melainkan menjadi generasi digital yang cerdas, aman, dan siap menghadapi tantangan era AI.

Tio

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *