Memasuki Dua Pekan Ramadhan, Harga Sembako Di Bantul Terpantau Stabil

Bantul, KabarTerkiniNews.co.id –  Guna memastikan harga bahan pokok, menjelang hari raya Idul Fitri 1447 H tetap stabil dan stok aman mencukupi kebutuhan selama Ramadhan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul.

Bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah(TPID) Kabupaten Bantul, dan Daerah Istimewa Yogyakarta, masif menggelar pemantauan ke sejumlah pasar tradisional di Bantul. Dan memasuki dua pekan Ramadhan ini, harga bahan pokok masih terpantau stabil.

Bacaan Lainnya

Seiring dengan semakin dekatnya hari raya Idul Fitri 1447 H, dinamika harga pangan di pasar tradisional menjadi perhatian utama, dan perlu dilakukan pengawasan serta pemantauan secara masif. Di Kabupaten Bantul misalnya, kondisi pasar menunjukkan tren yang menarik, di saat sebagian besar harga kebutuhan pokok cenderung tenang.

Terutama untuk komoditas beras, gula pasir, dan minyak. Meski sempat melejit harga cabai rawit, pun saat ini terpantau menurun di angka Rp 75 ribu per kilogram (kg).

“alhamdulillah terpantau stabil, cabai rawit merah yang kemarin sempat melonjak, kini jiustru turun diharga Rp 75 ribu per kilogram (kg).” kata Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta saat ditemui di Pasar Imogiri dalam pemantauan harga bapok Jumat (27/2/2026).

Sementara, bahan pokok seperti beras, terpantau masih di angka Rp 12 ribu per kg, gula pasir Rp 16 ribu per kg, dan minyak goreng merk minyakita Rp 15.500 per liter.

Cabai merah keriting, di awal puasa terpantau Rp 40 ribu per kg, namun saat ini turun diharga Rp 35 ribu per kg. Sedangkan daging ayam, justru mengalami kenaikan harga, yang sebelumnya Rp 38 ribu menjadi Rp 40 ribu per kg.

“Yang daging kenaikan sedikit, tapi masih dibawah harga eceran tertinggi (HET). Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa komoditas protein hewani dan karbohidrat masih dalam batas yang bisa diterima oleh pasar, meski permintaan diprediksi akan terus meningkat hingga Idulfitri mendatang.” terangnya.

Menanggapi situasi pasar tersebut, Pemerintah Kabupaten Bantul tidak tinggal diam. Pihaknya memastikan pemerintah daerah terus memantau harga sembako Bantul selama Ramadan, hingga hari Raya Idul fitri nanti.

“Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan signifikan sekaligus menyiapkan operasi pasar apabila diperlukan masyarakat.” Tutur Aris.

Kehadiran pemerintah di tengah pasar, menjadi jaminan bahwa spekulasi harga tidak akan dibiarkan merajalela.Namun, fokus utama pemerintah saat ini bukan hanya soal harga, melainkan kepastian barang tersedia di meja pedagang.

“Yang perlu dipastikan adalah soal ketersediaan barang, kami bersama dinas perdagangan dan dinas pertanian, sudah berkoordinasi untuk memastikan stok aman.” Pungkasnya.

Joko Pramno

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *