Jakarta, KabarTerkiniNews.co.id – Operasi Ketupat 2026 bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan sebuah “hajatan besar” bangsa untuk mengawal tradisi mudik jutaan masyarakat Indonesia.
Di bawah komando Korlantas Polri dan sinergi lintas sektoral, operasi tahun ini mencatatkan sejarah baru dalam manajemen arus lalu lintas berbasis teknologi dan data.
Membawa tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” Polri berhasil mengantisipasi mobilitas lebih dari 143 juta orang.
Keberhasilan ini didorong oleh optimalisasi Command Center KM 29 yang memantau pergerakan kendaraan secara real-time melalui integrasi CCTV, traffic counting digital, hingga pantauan drone.
Keberhasilan operasi ini merupakan buah dari koordinasi tingkat tinggi di jajaran pemerintahan.
Menteri Transmigrasi & Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono, menegaskan bahwa manajemen lalu lintas tahun ini berjalan di bawah pengawasan ketat.
“Secara umum masih dalam kendali dan kontrol yang ketat, sehingga semangat kita untuk menghadirkan arus mudik yang aman, lancar, dan selamat benar-benar bisa kita jaga,” ujar AHY.
Senada dengan AHY, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi apik di lapangan.
“Alhamdulillah berkat koordinasi yang sangat baik dengan Korlantas, insya Allah tidak terjadi gangguan apapun di jalan dan juga begitu sampai di sini, di pelabuhan,” tambah Dudy.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo pun turut menyoroti stabilitas situasi selama masa krusial tersebut dengan menegaskan bahwa arus mudik dan arus balik terjaga dengan sangat baik.
Data menunjukkan bahwa puncak arus mudik pada 19 Maret 2026 mencatatkan volume 270 ribu kendaraan, tertinggi sepanjang sejarah.
Namun, langkah rekayasa seperti one way presisi dan contraflow terbukti efektif menekan angka kecelakaan hingga 5,75% dan menurunkan fatalitas korban meninggal dunia secara signifikan sebesar 30,41% dibanding tahun 2025.
Efektivitas kebijakan ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Wati, salah satu pemudik, mengungkapkan bahwa mudik tahun ini terasa jauh lebih meningkat, lancar, dan bagus.
Hal senada disampaikan oleh Dodo yang merasa kebijakan one way benar-benar mengurangi waktu tempuh sehingga perjalanan menjadi sangat efektif.
Pengalaman serupa juga dirasakan Adrian, pemudik asal Solo yang menuju Jakarta. Ia mengaku merasakan langsung manfaat dari penerapan sistem one way yang membuat perjalanannya lancar tanpa kendala berarti.
Menurut Adrian, keberadaan pos-pos pengamanan dan petugas di lapangan memberikan kontribusi besar terhadap kelancaran arus lalu lintas yang dinilainya lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
“Semua di posnya masing-masing alhamdulillah ada cukup membantu. Lebih lancar tahun ini. Terima kasih Bapak Presiden, Kapolri, dan jajaran kepolisian Indonesia karena sudah membantu mudik 2026,” ujar Adrian menutup testimoninya.
Kesuksesan ini juga diamini oleh pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto.
Ia menilai Polri berhasil menjaga ketertiban pengguna jalan raya maupun tol dengan sangat kondusif melalui upaya preemtif dan preventif sejak awal.
Menurutnya, keberhasilan ini terlihat dari rangkaian Operasi Ketupat 2026 yang tidak hanya mengatur lalu lintas, tetapi juga sigap dalam mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Operasi Ketupat 2026 pada akhirnya bukan hanya sekadar pengamanan lalu lintas, melainkan wujud nyata kehadiran negara di setiap perjalanan warga.
Dengan data akurat dan langkah humanis, Polri memastikan jutaan masyarakat dapat kembali ke kampung halaman untuk merayakan kebahagiaan bersama keluarga tercinta.
KabarTerkiniNews.co.id







