Lestarikan Seni Budaya dan Wujud Ketahanan Pangan, Petani Milenial di Klaten Gelar Wiwitan Sebelum Panen Padi

Klaten, KabarTerkiniNews.co.id – Puluhan petani milenial di Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Jawa tengah, menggelar tradisi wiwitan, diarea persawahan, guna melestarikan seni budaya dan wujud ketahanan pangan, Rabu (01/04) siang. Sebelum digelar tradisi wiwitan, para petani milenial ini menggelar kirab, nasi wiwit. Setelah didoakan, selanjutnya mereka makan bersama, nasi wiwit.

Panitia acara tradisi wiwitan, Risca Maranita menjelaskan, tradisi wiwitan yang digelar petani muda ini, sebagai upaya melestarikan budaya jawa. Selain itu, sektor pertanian dapat lebih meningkatkan ketahanan pangan.

Bacaan Lainnya

” Hal ini dapat lebih mencintai pertanian, sebagai wujud ketahanan pangan. Selain itu uga dapat meningkatkan perekonomian para warga, khususnya generasi muda, agar lebih meningkat tradisi dan pemberdayaan masyarakat yang lebih baik, dilahan produktif,” Tuturnya.

Salah satu warga, Lila suci, menjelaskan tradisi wiwitan, para petani milenial juga mencicipi nasi wiwit. Ini sangat penting bagi masyarakat khususnya generasi muda, yang telah banyak meninggalkan seni budaya, terhadap Sektor Pertanian.

” Dengan adanya tradisi wiwitan, yang digelar sebelum masa panen padi, berlangsung, menjadi daya tarik tersendiri. setelah dilakukan tradisi wiwitan, para petani milenial juga mencicipi nasi wiwit,” Jelasnya.

Menurut salah satu kelompok tani, Suroso, Desa Sribit, mengatakan menu sego wiwit, atau nasi wiwit, berupa nasi dengan sayur trancam, lauk tempe, ikan asin, dan ayam ingkung.

” Diharapkan dengan tradisi ini, generasi muda dapat selalu dilakukan dan dilestarikan, agar tidak punah, para petani muda dapat lebih mencintai sektor bidang pertanian,” Katanya.

Dilanjut Suroso, dikecamatan Delanggu, merupakan penyangga lumbung pangan nasional, sehingga perlu dapat lebih di minati oleh para generasi muda.

” Jika generasi muda dapat lebih mencintai pertanian, terutama petani padi, sehingga hal ini pertanian akan lebih berkembang, dan regenarasi petani lebih dapat berkelanjutan,”Pungkasnya.

Prabowo Aji

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *