IPHI Kabupaten Pekalongan Gelar Halal Bihalal, Plt Bupati Ajak Perkuat Sinergi dengan Pemerintah

Pekalongan, KabarTerkiniNews.co.id – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan H. Sukirman didampingi istri Hj. Galuh Kirana menghadiri kegiatan Halal bihalal Keluarga Besar Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Pekalongan yang digelar di Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, Minggu (05/04/2026) pagi.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh agama dan pejabat daerah, di antaranya Ketua MUI Kabupaten Pekalongan KH. Tajuddin Shorih, Prof. Dr. KH Sam’ani Sya’roni, M.Ag. selaku penceramah, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan H. Abdul Munir, Anggota DPRD Provinsi Jateng Hj. Sumarwati, Kepala Kementerian Haji Kabupaten Pekalongan H. Asrofi dan tamu undangan lainnya.

Bacaan Lainnya

Selain itu kegiatan juga dihadiri keluarga besar IPHI dari pengurus IPHI Kabupaten Pekalongan hingga Pengurus IPHI Kecamatan Se-Kabupaten Pekalongan.

Dalam sambutannya, Plt. Bupati Sukirman menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Halal bihalal yang dinilai sebagai momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara IPHI dan pemerintah daerah.Ia juga menegaskan bahwa IPHI merupakan organisasi besar yang memiliki jaringan hingga tingkat pusat sehingga keberadaannya sangat potensial dalam mendukung pembangunan daerah.

“Saya kira IPHI tidak hanya organisasi persaudaraan, tetapi mampu bersinergi dengan pemerintah. IPHI ini bukan organisasi kecil, tetapi organisasi yang cukup mapan. Karena di tingkat pusat, organisasi ini sempat terjadi dinamika kepemimpinan. Tapi alhamdulillah kemudian ditetapkan secara legal formal oleh negara Ketua Umum IPHI. Jadi bukan organisasi tanpa anggota, tetapi organisasi yang memang bisa selalu bersinergi dengan pemerintah di semua tingkatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sukirman mengajak seluruh anggota IPHI untuk terus berperan aktif dalam mendukung berbagai program pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat dan kegiatan keagamaan.

“Kita berharap IPHI di Kabupaten Pekalongan akan mampu terus bersinergi dalam ikut manghayubagyo program-program yang kita berikan kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan, pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan dan seterusnya. Tentu banyak hal yang akan kita raih bersama, akan kita gapai bersama cita-cita kita,” kata Sukirman.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Abdul Munir dalam kesempatan tersebut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas belum maksimalnya peran DPRD.

“Kami menyadari bahwa peran DPRD belum maksimal. Kami juga banyak mendapat masukan dan teguran dari masyarakat. Untuk itu, kami atas nama pribadi dan lembaga mengucapkan mohon maaf lahir dan batin,” ungkapnya.

Abdul Munir juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama dan panitia penyelenggara haji, untuk membahas sejumlah persoalan, seperti pendamping haji, akses KBIH ke asrama haji, hingga keinginan IPHI untuk turut serta dalam proses pengantaran jamaah hingga ke Solo.

Sementara itu, Kepala Kementerian Haji Kabupaten Pekalongan, Asrofi menjelaskan bahwa IPHI merupakan wadah bagi para jamaah yang telah menunaikan ibadah haji untuk mempererat silaturahmi antar angkatan.

“IPHI merupakan wadah berkumpulnya jemaah-jemaah yang sudah mendapat gelar Haji dan Hajjah. Yang bertujuan untuk saling silaturahmi, memperkenalkan diri dari angkatan yang satu dengan angkatan yang lainnya supaya kenal, maka dibentuknya IPHI. Kalau jemaah yang belum melaksanakan Haji, itu ada wadahnya sendiri, yaitu KBIHU, Kelompok Bimbingan Manasik Haji. Tempat berkumpulnya jemaah-jemaah yang belum mendapat title Haji dan Hajjah. Di situ digodok, dibimbing untuk diberangkatkan ke Tanah Suci,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun ini, Kabupaten Pekalongan akan memberangkatkan sekitar 942 jamaah haji, meskipun dalam prosesnya terdapat beberapa kendala seperti adanya jamaah yang sakit maupun meninggal dunia.

Di sisi lain, Ketua IPHI Kabupaten Pekalongan, Susiyanto menjelaskan makna penting halalbihalal sebagai sarana mempererat persaudaraan dan menyelesaikan persoalan antarsesama manusia.

“Halal bihalal bukan sekadar tradisi. Ini adalah ruang untuk merendahkan ego, mengakui kesalahan tanpa pembelaan, serta menyembuhkan luka hati yang tidak cukup hanya dengan istighfar,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Susiyanto juga berharap agar IPHI dapat diberikan peran lebih dalam penyelenggaraan ibadah haji, baik dalam proses pemberangkatan maupun pemulangan jamaah.

“Kami berharap IPHI bisa dilibatkan secara aktif dalam berbagai kegiatan perhajian. Dengan demikian, kita bisa bersama-sama berkontribusi dan mendapatkan manfaat serta keberkahan,” pungkasnya.

Kermit

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *