Jakarta, KabarTerkiniNews.co.id – Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengapresiasi atas pencapaian signifikan berupa penurunan angka kecelakaan lalu lintas selama periode mudik berlangsung.
Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Kerja (Raker) terkait evaluasi pelaksanaan infrastruktur dan layanan transportasi arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (13/4).
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa berbagai upaya koordinasi antara instansi terkait, mulai dari Korlantas Polri hingga Kementerian Pekerjaan Umum telah membuahkan hasil yang memuaskan dalam menjaga keselamatan pengguna jalan raya.
Penurunan angka kecelakaan ini menjadi bukti nyata dari komitmen pemerintah dan lembaga legislatif dalam memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat yang melakukan perjalanan jauh menjelang perayaan Lebaran.
“Penurunan angka kecelakaan tidak terjadi begitu saja, melainkan merupakan hasil dari perencanaan matang dan eksekusi yang terkoordinasi dengan baik. Berbagai program keselamatan berlalu lintas yang telah diimplementasikan pada mudik 2026 mencakup peningkatan jumlah personel penjaga lalu lintas, pengadaan kendaraan ambulan modern di berbagai ruas jalan nasional, serta kampanye masif tentang pentingnya keselamatan berkendara,” ujar Lasarus.
Selain itu, Ia melanjutkan, perbaikan infrastruktur jalan yang dilakukan sebelum musim mudik juga turut berkontribusi signifikan dalam mengurangi tingkat kecelakaan.
Data yang dipresentasikan dalam rapat kerja menunjukkan bahwa dibandingkan dengan mudik tahun-tahun sebelumnya, angka kecelakaan pada mudik Lebaran 2026 mengalami penurunan rata-rata sebesar 15 hingga 20 persen, tergantung dari kategori kecelakaan yang ditinjau.
“Meskipun capaian ini patut dirayakan, Komisi V DPR juga menekankan pentingnya tidak berpuas diri dan terus melakukan perbaikan berkelanjutan,” ucapnya.
Dalam diskusi lanjutan selama rapat, anggota Komisi V mengajukan berbagai rekomendasi untuk meningkatkan keselamatan mudik pada tahun-tahun mendatang.
Rekomendasi tersebut meliputi penerapan teknologi sistem manajemen lalu lintas yang lebih canggih, pelatihan rutin bagi aparat keselamatan jalan, serta peningkatan kesadaran masyarakat melalui pendidikan keselamatan berkendara sejak dini.
“Komisi V juga menyarankan perlunya evaluasi berkala terhadap kondisi kendaraan umum yang dioperasikan selama mudik, mengingat mayoritas pengguna mudik menggunakan moda transportasi bus dan minibus,” ungkapnya.
Lasarus mengatakan, keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama dalam setiap kebijakan yang dibuat oleh DPR bersama pemerintah. Ia menegaskan, pencapaian penurunan angka kecelakaan pada mudik Lebaran 2026 merupakan momentum positif yang harus dijaga dan bahkan ditingkatkan.
“Komisi V berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja instansi terkait dalam menjaga keselamatan lalu lintas. Ke depannya, diharapkan bahwa setiap pelaksanaan mudik tidak hanya lancar dari segi kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga aman bagi seluruh pengguna jalan,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol. Aries Syahbudin mengatakan, dalam evaluasi pelaksanaan infrastruktur dan layanan transportasi arus mudik dan balik Lebaran, ke depannya Korlantas Polri dapat meningkatkan kualitas infrastruktur dan manajemen lalu lintas melalui peningkatan kemantapan jalan nasional dan penanganan titik rawan kemacetan dan kecelakaan, pemenuhan standar pelayanan minimum beserta jalan tol serta optimalisasi tempat istirahat dan pelayanan atau rest area, evaluasi rekayasa lalu lintas atau one way dan contraflow.
“Seperti lonjakan kendaraan pada awal masa libur menjadi salah satu tantangan utama. Lonjakan signifikan terjadi pada 18 Maret 2026 yang bertepatan dengan libur Nyepi. Prediksi awal sekitar 258 ribu kendaraan, namun realisasinya mencapai lebih dari 270 ribu kendaraan, sehingga memicu kepadatan tinggi. Kami evaluasi lagi ke depannya,” ujar Kombes Pol Aries.
Selain itu, berbagai kebijakan seperti diskon tarif tol dan penerapan work from anywhere (WFA) membantu mengurai arus, meski dampaknya belum terlalu besar. Sementara itu, penambahan kapal di Pelabuhan Gilimanuk dinilai efektif mengurangi antrean kendaraan.
“Selama Operasi Ketupat, Korlantas Polri menerapkan rekayasa lalu lintas berupa one way sebanyak delapan kali saat arus mudik dan satu kali saat arus balik. Selain itu, contraflow dilakukan 28 kali saat mudik dan 11 kali saat arus balik. Frekuensi contraflow yang cukup tinggi menunjukkan masih adanya keterbatasan kapasitas infrastruktur jalan,” ucapnya.
Tak hanya itu, guna menjaga kelancaran, Korlantas Polri menindak lebih dari 500 kendaraan angkutan barang sumbu tiga yang melanggar aturan.
“Penindakan dilakukan bertahap, mulai dari peringatan hingga penilangan, terutama pada masa puncak arus,” ungkapnya.
KabarTerkiniNews.co.id







