Dinsos Karanganyar Salurkan Bantuan Usaha untuk 77 Warga Rentan

Karanganyar, KabarTerkiniNews.co.id – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karanganyar menyalurkan berbagai bantuan usaha dan pemenuhan kebutuhan hidup layak kepada puluhan warga dari kelompok rentan, Kamis (23/4/2026).

Bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat miskin yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 5.
Kepala Dinsos Karanganyar, Junaidi Purwanto, mengatakan program bantuan ini diharapkan tidak hanya sekadar diberikan, tetapi benar-benar dimanfaatkan oleh penerima untuk meningkatkan taraf hidup mereka.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, bantuan yang disalurkan berupa ternak kambing, mesin jahit, bantuan usaha kelontong, hingga peralatan tambal ban. Bantuan tersebut ditujukan agar penerima dapat mengembangkan usaha dan memperoleh penghasilan secara mandiri.

“Saya berharap, bantuan yang diberikan tidak hanya diterima begitu saja, tetapi bisa dimanfaatkan dengan baik sehingga mampu meningkatkan kehidupan penerima,”kata Junaidi.

Junaidi menjelaskan, untuk memastikan bantuan dimanfaatkan secara optimal, Dinsos akan melakukan pemantauan secara berkala. Pembinaan dan evaluasi direncanakan dilakukan setiap dua hingga tiga bulan sekali.

“Pemantauan akan terus kami lakukan secara berkala, termasuk melihat perkembangan usaha dari bantuan yang diberikan,”jelasnya.

Dalam program ini tercatat sebanyak 77 orang penerima manfaat. Rinciannya terdiri dari 33 penyandang disabilitas dan 19 lanjut usia yang menerima bantuan usaha seperti ternak kambing, mesin jahit, kelontong, dan peralatan tambal ban.

Sementara itu, bantuan pemenuhan kebutuhan hidup layak berupa sembako dan nutrisi diberikan kepada 25 orang, yang terdiri dari 3 penyandang disabilitas dan 22 lansia.

Bantuan tersebut merupakan dukungan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra Prof. Dr. Suharso dengan total nilai bantuan mencapai Rp258.719.900.

Junaidi menegaskan pihaknya telah mengingatkan para penerima agar tidak menjual bantuan yang diberikan. Jika ditemukan bantuan dijual, maka penerima berpotensi tidak lagi mendapatkan bantuan pada program berikutnya.

“Kami sudah mengingatkan agar bantuan tidak dijual. Nanti akan kami cek secara berkala. Jika sampai dijual, tentu akan kami evaluasi dan bisa saja tidak mendapatkan bantuan lagi,”tandasnya.

Iwan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *