Merajut Asa Penderita Lupus Melalui Terapi Pernafasan Sebagai Jalan Pemulihan

Yogyakarta, KabarTerkiniNews.co.id – Bagi penyintas Lupus, atau penyakit autoimu, tanggal 10 Mei menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, agar mereka mendapatkan perhatian, membantu pemulihan diri untuk kualitas hidup yang lebih baik. Salah satunya, dengan mengajak para Odapus, melakukan kegiatan terapi pernafasan, guna memperbaiki fungsi organ vital, yang kerap dikeluhkan oleh para penyintas lupus.

Lupus, atau penyakit autoimun, memang hingga saat ini belum ditemukan obatnya. Penyakit berjuluk “seribu rupa” ini, kerap menjadi beban berkepanjangan bagi para penderitanya. Pengobatan jangka panjang yang melelahkan, perubahan fisik yang drastis, dan menurunnya kemampuan untuk beraktivitas kerap memicu gangguan mental seperti depresi, kecemasan, bahkan hilangnya semangat hidup.

Bacaan Lainnya

Yang lebih mencemaskan, 90 persen dari penderita lupus adalah perempuan, dan prevalensinya terus meningkat dari tahun ke tahun. Namun, bukan berarti tidak bisa disembuhkan. Melalui kondisi yang begitu kompleks inilah, sebuah komunitas peduli lupus di Yogyakarta, mengajak penyintas Lupus, untuk berlatih bersama melalui kegoatan terapi meditasi pernafasan dan yoga.

Rita Gumilar (55), praktisi Qigong menyebut, dalam terapi ini, mengedepankan perpaduan teknik meditasi, olah nafas, dikombinasikan dengan gerakan-gerakan yoga yang sederhana, namun bermakna, sebagai terapi perbaikan organ vital, seperti ginjal, limpa, dan liver. Metode terapi yang disebut Qigong (baca: cikung) ini, untuk menciptakan kondisi pikiran yang mennenangkan, sehingga proses penyembuhan alami tubuh dapat terjadi secara maksimal.

“Untuk penderita penyakit autoimu, ada ketidakseimbangan energi di tubuh, penyintas lupus energi panasnya terlalu besar, jadi perlu diseimbangkan dengan menambahkan energi Ying didalam tubuh, salah satunya melalui metode terapi ini,” tutur Rita.

Dirinya menambahkan, saat sistem imun tubuh yang seharusnya menjadi pelindung justru berbalik menyerang jaringan dan organ sehat, penderita lupus harus menghadapi berbagai gejala yang melemahkan mulai dari nyeri sendi, ruam kulit, hingga kelelahan ekstrem dan kerusakan organ.

“Masing-masing penyintas itu berbeda keluhannya, kalau mau sembuh ya utamanya perbaiki fungsi organ vitalnya, limpa, ginjal, dan liver, serta bernafas dengan sadar untuk ketenangan,” imbuhnya.

Sekitar 15-an peserta dari berbagai daerah DIY, ikut serta dalam program ini, pada minggu (10/05/2026) di hotel Santika, Yogyakarta. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan meditasi olah nafas dan yoga, yang difokuskan pada penyembuhan menyeluruh, baik secara fisik, mental, maupun emosional.

Salah seorang penyandang Lupus, Ian Sofyan menuturkan, Autoimun memang sulit terdeteksi secara medis, sulit terdiagnosa, dan penanganannya sangat kompleks. Terapi penyembuhan diri, dinilai sebagai cara terbaik untuk pemulihan diri.

“Memang sangat sulit ditangani secara medis, didiagnosa saja susah, saya sudah 28 tahun menderita autoimun, perjuangannya sangat melelahkan,”ucap perempuan berusia 45 tahun itu.

Perempuan asal Yogyakarta ini menjelaskan, dengan mengikuti metode terapi Kesehatan, baik yoga, ataupun meditasi lainnya, diyakini sebagai sarana yang solutif, untuk memerangi penyakit autoimun, yang kerap menyerang multiorgan tersebut.

“Saya kerap ada gangguan fungsi hati, tapi setelah beberapa kali mengikuti metofde terapi seperti ini, cukup banyak berdampak pada kondisi diri, “ujarnya.

Tak hanya sekadar kampanye kesehatan, kegiatan yang digelar oleh komunitas peduli peduli Lupus Yogyakarta ini, Sahabat Cempluk, untuk memberi dukungan kepada para Odapus, sebutan bagi Orang dengan Lupus, agar mereka mendapatkan perhatian, akses pengobatan, dan kualitas hidup yang lebih baik.

Momentum ini, tak sekedar sebagai penyediaan ruang untuk pemulihan diri, namun juga sebagai ruang diskusi dan pendampingan mental. Di peringatan 10 Mei ini, diharapkan dapat menjadi momentum untuk menunjukkan, bahwa para penyintas Lupus tidak berjuang sendirian.

Joko Pramono

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *