KARANGANYAR, Kabarterkininews.co.id – Penguatan ekonomi desa tidak dapat dibangun secara sendiri-sendiri, melainkan melalui kolaborasi yang mampu mengoptimalkan potensi lokal. Komitmen tersebut kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam Gebyar BUMDesMa Nawasena Parikesit LKD Kecamatan Jenawi, Selasa (4/8/2026), sebagai upaya memperkuat sinergi antardesa sekaligus mendorong UMKM agar semakin berkembang dan berdaya saing.
Bupati Karanganyar H. Rober Christanto, S.E., M.M., menegaskan bahwa Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesMa) memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi desa. Menurutnya, BUMDesMa bukan hanya menjalankan aktivitas usaha, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi untuk mengembangkan potensi desa, menciptakan peluang usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“BUMDesMa bukan hanya menjadi lembaga usaha, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan masyarakat. Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah desa, pelaku UMKM, dan seluruh elemen masyarakat, saya yakin potensi Kecamatan Jenawi akan semakin berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati.
Bupati juga mengapresiasi komitmen seluruh pemerintah desa di Kecamatan Jenawi yang terus memperkuat BUMDesMa Nawasena Parikesit sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia berharap sinergi yang telah terbangun mampu melahirkan berbagai inovasi usaha yang memberikan nilai tambah bagi desa sekaligus memperluas peluang pasar bagi produk-produk lokal.
Dalam laporannya, pengurus BUMDesMa Nawasena Parikesit menyampaikan rencana penambahan modal sebesar Rp10 juta dari masing-masing desa yang tergabung dalam BUMDesMa. Penambahan modal tersebut menjadi langkah bersama untuk memperkuat kapasitas usaha, memperluas layanan, serta meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat di Kecamatan Jenawi.
Selain penguatan kelembagaan, kegiatan juga diramaikan dengan pameran produk UMKM binaan BUMDesMa Nawasena Parikesit. Berbagai produk unggulan hasil karya masyarakat, mulai dari olahan pangan, minuman, hingga kerajinan lokal, dipamerkan sebagai upaya memperluas akses promosi dan pemasaran produk desa.
Gebyar BUMDesMa menjadi bukti bahwa kolaborasi antardesa mampu menghadirkan ruang bagi tumbuhnya usaha masyarakat. Kehadiran pelaku UMKM dalam kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pembangunan desa tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.
Melalui penguatan BUMDesMa, Pemerintah Kabupaten Karanganyar berharap desa-desa semakin mandiri dalam mengelola potensi yang dimiliki, mampu menciptakan lapangan usaha baru, serta menjadi pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. ( Red/ KTN)







