SUKOHARJO – Belajar demokrasi di SMA Negeri 3 Sukoharjo tidak hanya dilakukan di dalam kelas. Sekitar 1.000 siswa ikut merasakan langsung proses pemilihan umum melalui Pemilihan Ketua OSIS atau Pemilos yang digelar berbasis electronic voting atau e-voting.
Yang menarik, sistem e-voting tersebut bukan dibuat oleh pihak luar, melainkan dikembangkan sendiri oleh siswa SMA Negeri 3 Sukoharjo.
Pemilos berlangsung pada Senin hingga Kamis, 7 sampai 10 September 2026, dengan melibatkan siswa kelas X, XI, dan XII yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap.
Mereka memilih satu dari empat calon Ketua OSIS melalui mekanisme yang dibuat menyerupai pemilu sebenarnya.
Sebelum memberikan suara, siswa terlebih dahulu melakukan verifikasi identitas. Setelah itu, pemilih masuk ke salah satu dari 10 bilik suara untuk menentukan pilihan secara digital.
Usai memilih, jari siswa dicelupkan ke tinta sebagai tanda telah menggunakan hak pilih. Sementara hasil suara ditabulasi dan ditampilkan secara langsung melalui proyektor sehingga proses penghitungan dapat disaksikan bersama.
Sistem tersebut juga dirancang dengan prinsip satu pemilih satu suara, sehingga setiap siswa hanya dapat memberikan suara satu kali.
Pelaksanaan Pemilos ini mendapat pendampingan langsung dari Komisi Pemilihan Umum atau KPU Kabupaten Sukoharjo.
Ketua KPU Kabupaten Sukoharjo, Syakbani Eko Raharjo, bersama jajaran komisioner hadir memberikan sosialisasi sekaligus mendampingi pelaksanaan pemungutan suara.
Menurut Syakbani, pendidikan demokrasi penting dikenalkan sejak lingkungan sekolah, sehingga siswa tidak hanya memahami demokrasi secara teori, tetapi juga mengalami langsung prosesnya.
Menariknya, penerapan teknologi dalam Pemilos ini juga menjadi bagian dari proses belajar siswa.
Sistem awalnya dikembangkan menggunakan komputer server berbasis localhost dan komputer client. Pemilih dapat menentukan pilihan menggunakan mouse maupun layar sentuh.
Namun, saat pemungutan suara melibatkan siswa kelas X, server sempat mengalami kendala akibat meningkatnya jumlah pengguna.
Sekolah kemudian mengambil langkah cepat dengan mengalihkan sistem ke perangkat telepon seluler berbasis Android agar proses pemungutan suara tetap berjalan.
KPU Kabupaten Sukoharjo mengapresiasi inovasi tersebut. Terlebih, SMA Negeri 3 Sukoharjo disebut menjadi satu-satunya SMA di Kabupaten Sukoharjo yang menerapkan e-voting dalam pemilihan Ketua OSIS.
Bagi para siswa, Pemilos ini bukan sekadar memilih ketua organisasi.
Mereka sekaligus belajar bagaimana sebuah proses demokrasi berlangsung, mulai dari verifikasi pemilih, memberikan suara, menjaga prinsip satu orang satu suara, hingga melihat hasil penghitungan secara transparan.
Dari lingkungan sekolah, praktik demokrasi pun diperkenalkan dengan cara yang lebih dekat dengan generasi digital.
TIO NUSA





