Sukohrjo, KabarTerkiniNews.co.id – Praktik demokrasi terus ditanamkan sejak dini di lingkungan sekolah. SMA Negeri 3 Sukoharjo menggelar Pemilihan Ketua OSIS (Pemilos) berbasis electronic voting (e-voting) pada Senin (7/9) hingga Kamis (10/9). Menariknya, sistem e-voting tersebut dirancang dan dikembangkan secara mandiri oleh siswa.
Gelaran Pemilos ini mendapat pendampingan langsung dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo. Ketua KPU Kabupaten Sukoharjo, Syakbani Eko Raharjo, bersama jajaran komisioner hadir memberikan sosialisasi sekaligus mendampingi jalannya pemungutan suara.
”Demokrasi itu harus dikenalkan sejak dini. Tidak hanya ketika sudah menjadi pemilih dalam pemilu atau pilkada, tetapi juga bisa dimulai dari lingkungan sekolah melalui pemilihan ketua OSIS,” ujar Syakbani, Kamis (10/9).
Mekanisme Mirip Pemilu Asli
Pemilos ini melibatkan sekitar 1.000 siswa kelas X, XI, dan XII yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT). Mereka menentukan pilihan untuk satu dari empat calon Ketua OSIS.
Mekanisme pencoblosan dibuat persis seperti pemilu :
Verifikasi Data : Siswa melakukan absensi untuk mencocokkan identitas dengan DPT.
Pencoblosan Digital: Pemilih masuk ke salah satu dari 10 bilik suara yang disediakan untuk menentukan pilihan secara digital.
Tanda Tinta: Usai memilih, siswa mencelupkan jari ke tinta sebagai bukti telah menggunakan hak pilih.
Penghitungan Real-Time: Hasil tabulasi suara langsung ditayangkan via proyektor secara transparan. Sistem juga menjamin prinsip one man, one vote sehingga setiap siswa hanya bisa memilih satu kali.
Inovasi Siswa dan Solusi Kendala Teknis
Sistem e-voting ini awalnya dikembangkan oleh siswa kelas XI menggunakan komputer server berbasis localhost dan komputer client. Pemilih menentukan kandidat menggunakan mouse atau layar sentuh.
Namun, saat digunakan oleh pemilih kelas X, server sempat mengalami hang akibat lonjakan pengguna. Pihak sekolah bergerak cepat dengan mengalihkan perangkat ke telepon seluler Android yang lebih ringan.
”Ini merupakan inovasi yang sangat menarik karena sistemnya dikembangkan oleh siswa sendiri. Ada kendala teknis pada server, kemudian dialihkan menggunakan HP Android sehingga pelaksanaan tetap berjalan lancar,” terang Syakbani.
Satu-satunya di Sukoharjo
Syakbani mengapresiasi keberanian SMA Negeri 3 Sukoharjo yang menjadi satu-satunya SMA di Kabupaten Sukoharjo dengan penerapan e-voting dalam pemilihan Ketua OSIS.
Melalui pengalaman ini, para siswa diharapkan tidak hanya memahami teori demokrasi, tetapi juga merasakan langsung proses pemilu yang jujur, transparan, dan bertanggung jawab.
Tio





