Pekan Alkitab 2026 Perdana Digelar di Kupang, Hadirkan Pameran Museum dan Bukti Sejarah Alkitab

Kupang, KabarTerkiniNews.co.id – Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) menggelar Pekan Alkitab 2026 di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 3–6 Agustus 2026. Kegiatan yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di NTT ini dipusatkan di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang dan Gedung Kebaktian Jemaat GMIT Kota Baru.

Beragam kegiatan dihadirkan dalam Pekan Alkitab, mulai dari seminar lintas generasi, lomba, edukasi literasi Alkitab, hingga pameran Museum Alkitab Indonesia yang menampilkan koleksi bersejarah. Sekitar 80 persen koleksi museum didatangkan langsung dari Jakarta untuk memberikan pengalaman edukatif bagi masyarakat.

Bacaan Lainnya

Ketua Panitia Pekan Alkitab Kupang, Pdt. Febi M.B. Messakh-Frans, S.Th, mengatakan panitia lokal bertugas mendukung LAI sebagai penyelenggara utama agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik.

“Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Kami di Kupang membentuk tim panitia pelayanan Pekan Alkitab untuk membantu LAI dalam menyelenggarakan seluruh rangkaian kegiatan,” ujarnya. Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, tujuan utama Pekan Alkitab adalah mendekatkan firman Tuhan kepada jemaat melalui bukti-bukti sejarah yang memperkuat kisah-kisah dalam Alkitab.

“Tujuan utamanya adalah menanamkan nilai-nilai firman Tuhan agar semakin dekat dengan jemaat. Selama ini jemaat membaca firman Tuhan melalui tulisan, tetapi hari ini mereka dapat melihat langsung benda-benda bersejarah yang semakin meneguhkan pemberitaan yang tertulis. Salah satunya adalah satu dari 30 keping uang perak Yudas Iskariot saat menjual Yesus. Koin asli tersebut berada di Museum Alkitab Indonesia dan kini dipamerkan di Kupang,” jelasnya.

Ia menambahkan, pameran Museum Alkitab menjadi bukti bahwa firman Tuhan bukan sekadar cerita, melainkan memiliki catatan dan bukti sejarah yang dapat dipelajari. Melalui kegiatan ini, diharapkan umat Kristen semakin diteguhkan dalam iman kepada Yesus Kristus.

Sementara itu, Ketua Seksi Acara, Lidya Stefani Fangidae, S.AB, mengatakan Pekan Alkitab tidak hanya menghadirkan seminar dan berbagai perlombaan, tetapi juga pameran interaktif yang menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.

“Selain seminar dan lomba, kami juga menghadirkan pameran Museum Lembaga Alkitab Indonesia. Sekitar 80 persen koleksi museum didatangkan langsung dari Jakarta agar masyarakat dapat melihat berbagai benda bersejarah yang berkaitan dengan Alkitab,” katanya.

Lidya juga mengatakan Firman Tuhan yang menjadi dasar kegiatan ini diambil dari Kitab Mazmur 78 :3-4 dimana kisah Alkitab harus diceritakan kepada generasi saat ini hingga generasi yang akan datang.

Uniknya bukan cuma umat Kristen maupun Katholik yang hadir, namun juga umat dari agama lain ikut hadir melihat pameran Alkitab ini bahkan sampai berita ini diturunkan warga yang hadir tercatat sekitar 2.300 orang dan estimasi panitia jumlah ini akan terus bertambah.

Selama empat hari pelaksanaan, masyarakat Kupang dan sekitarnya diajak mengikuti berbagai kegiatan rohani, seminar lintas generasi, edukasi literasi Alkitab, serta pameran interaktif yang bertujuan memperkuat pemahaman dan pengenalan terhadap firman Tuhan.

Pekan Alkitab 2026 diharapkan menjadi momentum bagi umat Kristen di Nusa Tenggara Timur untuk semakin mencintai firman Tuhan sekaligus memahami sejarah Alkitab melalui koleksi-koleksi autentik yang dipamerkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia.

Rudy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *