PAN Kabupaten Magelang Mantapkan Konsolidasi, Bangun Kembali Kekuatan Menuju 2029

Magelang, KabarTerkiniNews.co.id – DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Magelang memantapkan konsolidasi organisasi dan kaderisasi sebagai bagian dari langkah membangun kembali kekuatan politik menuju Pemilu 2029. Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PAN Kabupaten Magelang yang digelar di Kantor DPD PAN Kabupaten Magelang, Minggu (9/8/2026).

PAN Kabupaten Magelang menjadikan Pemilu 2029 sebagai momentum untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat kembali keterwakilan politik di DPRD Kabupaten Magelang. Dalam perjalanan politik sebelumnya, PAN Kabupaten Magelang pernah memiliki enam kursi di DPRD Kabupaten Magelang, sementara saat ini belum memiliki keterwakilan di DPRD.

Bacaan Lainnya

Ketua DPD PAN Kabupaten Magelang, Taufiq Ari Wibowo, mengatakan kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus pemacu bagi seluruh jajaran partai untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh.

“Kami pernah memiliki enam kursi di DPRD Kabupaten Magelang. Saat ini kami memang belum memiliki keterwakilan. Ini menjadi evaluasi besar bagi kami. Tetapi kami melihat kondisi ini sebagai momentum untuk membangun kembali organisasi, memperkuat kaderisasi, dan merebut kembali kepercayaan masyarakat,” ujar Taufiq.

Menurutnya, kebangkitan PAN tidak dapat dilakukan secara instan. Konsolidasi harus dimulai dari penguatan struktur partai hingga tingkat kecamatan dan desa, disertai kaderisasi yang berkelanjutan untuk melahirkan kader-kader yang memiliki kapasitas, integritas, dan rekam jejak pengabdian kepada masyarakat.

“Kami tidak ingin hanya hadir menjelang pemilu. Kader harus hadir dan bekerja bersama masyarakat sejak sekarang. Kami ingin membangun kembali kepercayaan itu melalui kerja nyata. Kalau kepercayaan masyarakat kembali, insyaallah keterwakilan politik juga akan kembali,” lanjutnya.

Rakerda tersebut dihadiri Koordinator Pembina Dapil Magelang-Boyolali, Renaldi Freyar Hawadi, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Magelang, Muhammad Nasirudin, serta Bendahara Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Machhendra Setyo Atmaja. Hadir pula jajaran pengurus dan kader DPD PAN Kabupaten Magelang.

Kehadiran sejumlah tokoh dan unsur masyarakat dalam Rakerda menjadi bagian dari upaya PAN memperluas komunikasi dan membangun dialog dengan berbagai elemen masyarakat. PAN memandang organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, komunitas kepemudaan, serta berbagai kekuatan civil society memiliki peran penting dalam kehidupan demokrasi dan pembangunan daerah.

Taufiq menegaskan bahwa PAN menghormati posisi dan independensi setiap organisasi kemasyarakatan. Komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat ditempatkan dalam kerangka silaturahmi, dialog, dan menyerap aspirasi masyarakat.

“Kami menghormati independensi setiap organisasi. Yang ingin kami bangun adalah komunikasi dan silaturahmi dengan seluruh elemen masyarakat. PAN ingin mendengar persoalan masyarakat dan bagaimana kader-kader PAN dapat ikut memberikan solusi,” jelas Taufiq.

Menurutnya, pengalaman kehilangan seluruh kursi legislatif harus menjadi pelajaran penting bagi PAN Kabupaten Magelang. Partai tidak ingin mengulang pola kerja politik yang hanya menguat menjelang pemilu. Sebaliknya, kader didorong untuk hadir secara konsisten di tengah masyarakat dan membangun rekam jejak pengabdian jauh sebelum kontestasi berlangsung.

Kerja-kerja sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan UMKM, kepemudaan, lingkungan, serta berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada warga akan menjadi bagian dari strategi membangun kembali kepercayaan publik.

Renaldi Freyar Hawadi, selaku Koordinator Pembina Dapil Magelang-Boyolali, menekankan pentingnya konsolidasi yang serius dan berkelanjutan.

Nurul Abadi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *