KARANGANYAR – Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA) menunjukkan pertumbuhan jumlah mahasiswa di tengah tantangan penerimaan mahasiswa baru yang dihadapi sejumlah perguruan tinggi swasta (PTS) di Solo Raya.
Hingga tahun akademik 2026/2027, jumlah mahasiswa aktif UMUKA mencapai sekitar 1.740 orang. Sementara pada tahun ini, kampus yang baru berusia empat tahun tersebut berhasil menerima 653 mahasiswa baru.
Pertumbuhan tersebut mendapat apresiasi dari Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Haji, Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, M.A.P., saat melakukan kunjungan kerja ke UMUKA, Rabu (23/9/2026) petang.
Muhadjir mengatakan, capaian jumlah mahasiswa UMUKA berada di luar ekspektasinya. Menurutnya, jumlah mahasiswa yang telah menembus angka 1.700 menjadi modal penting bagi UMUKA untuk terus berkembang.
“Ini di luar ekspektasi saya. Dulu saya bayangkan paling tidak jadi, atau seandainya jadi tidak secepat ini. Angka seribu tujuh ratusan mahasiswa itu modal yang cukup tinggi, yang penting ajeg dan konsisten,” ujar Muhadjir.
Meski demikian, Muhadjir mengingatkan agar pertumbuhan jumlah mahasiswa tersebut diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama tenaga pengajar.
Ia mendorong UMUKA memperbanyak dosen yang melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktor atau S3. Muhadjir juga menyatakan siap membantu membuka akses rekomendasi beasiswa ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), termasuk peluang melalui skema beasiswa Bank Syariah Indonesia (BSI).
Menurut Muhadjir, penguatan kualitas dosen menjadi bagian penting agar perkembangan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari jumlah mahasiswa, tetapi juga dari kualitas pendidikan yang diberikan.
Peluang UMUKA Siapkan SDM Haji dan Umrah
Selain penguatan kualitas akademik, Muhadjir melihat adanya peluang bagi perguruan tinggi seperti UMUKA untuk mengambil peran dalam menyiapkan sumber daya manusia profesional bagi ekosistem haji dan umrah di Indonesia.
Menurutnya, perguruan tinggi dapat mengambil bagian melalui pengembangan sumber daya manusia serta kerja sama antaruniversitas.
Muhadjir mengatakan kerja sama antarlembaga pendidikan tinggi perlu diperkuat agar berbagai persoalan dalam penyelenggaraan haji, termasuk persoalan kuota yang terjadi belakangan ini, dapat semakin baik ke depan.
Dengan demikian, perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan formal, tetapi juga dapat berkontribusi dalam menyiapkan SDM yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan ekosistem haji dan umrah.
Pelayanan Mahasiswa Jadi Perhatian
Muhadjir juga meminta UMUKA memberikan perhatian serius terhadap pelayanan kepada mahasiswa.
Menurut dia, pelayanan yang baik dapat membangun kepercayaan mahasiswa dan orang tua sekaligus menjadi salah satu bentuk promosi bagi perguruan tinggi.
“Layani mahasiswa sebaik mungkin, jangan menyakiti atau mengecewakan orang tua. Iklan paling murah itu pelayanan yang memunculkan kepercayaan (trust),” tegasnya.
Sementara itu, Rektor UMUKA Muh Samsuri mengatakan pertumbuhan jumlah mahasiswa di kampusnya terus menunjukkan tren positif.
Tahun ini, UMUKA menerima 653 mahasiswa baru. Sebaran mahasiswa juga semakin luas, dengan mahasiswa yang berasal dari 22 provinsi dan 96 kabupaten/kota.
Bahkan, UMUKA saat ini memiliki mahasiswa asing yang berasal dari Yaman dan Timor Leste.
“Alhamdulillah UMUKA tidak turun, tapi justru mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Mahasiswa kami saat ini sudah tersebar dari Aceh sampai Papua di 22 provinsi dan 96 kabupaten/kota,” ujar Samsuri.
23 Dosen Tempuh Pendidikan S3
Dari sisi pengembangan SDM, UMUKA saat ini memiliki 139 dosen yang sebagian besar merupakan tenaga muda.
Sebanyak 23 dosen telah dikirim untuk menempuh pendidikan S3 di berbagai perguruan tinggi melalui skema beasiswa LPDP maupun internal.
Samsuri mengatakan pengembangan kualitas SDM menjadi bagian dari upaya UMUKA untuk menjaga pertumbuhan kampus agar berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan.
Selain pengembangan SDM, UMUKA juga tengah menyiapkan pengembangan sarana dan prasarana kampus.
Salah satunya melalui penjajakan kemitraan dengan BSI untuk mendukung pembangunan gedung baru.
Kunjungan Muhadjir Effendy ke UMUKA turut didampingi Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) sekaligus Ketua BPH UMUKA Prof. Rafiq Karsidi, Rektor UMUKA Muh Samsuri, serta jajaran wakil rektor dan civitas akademika UMUKA.
Reporter / Editor: Heru Warsito





