Pemakaman Korban KM Virgo 8 di Klaten Berlangsung di Hari Pernikahan Kakaknya

KLATEN – Suasana haru menyelimuti rumah duka Bagus Mahendra, warga Desa Lumbungkerep, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (23/9/2026).

Bagus merupakan salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa.

Bacaan Lainnya

Jenazah Bagus tiba di rumah duka setelah sebelumnya ditemukan dalam operasi pencarian korban dan menjalani proses identifikasi di Kalimantan Selatan. Pada Rabu siang, jenazah kemudian dimakamkan di kampung halamannya di Lumbungkerep.

Tangis keluarga dan pelayat pecah ketika jenazah tiba dan dibawa masuk ke rumah duka. Kerabat, teman, serta warga berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Bagus.

Namun, ada suasana berbeda yang membuat pemakaman Bagus semakin mengharukan.

Pada hari yang sama, kakak perempuan Bagus melangsungkan pernikahan di KUA Kecamatan Wonosari.

Pagi hari menjadi momen bahagia bagi keluarga karena sang kakak menjalani prosesi pernikahan. Namun pada siang harinya, keluarga harus mengantarkan Bagus ke tempat peristirahatan terakhir.

Dua suasana yang bertolak belakang itu berlangsung dalam satu hari. Kebahagiaan pernikahan dan duka kehilangan harus dijalani keluarga Bagus secara bersamaan.

Bagus merupakan anak dari pasangan Sutarto dan Aam Amalia. Ia bersama kakaknya, Danang Yulianto, sebelumnya menjadi penumpang KM Virgo Transport 8 untuk mengantarkan barang ekspedisi menuju Banjarmasin.

Dalam kecelakaan tersebut, Danang berhasil menyelamatkan diri, sementara Bagus sempat dinyatakan hilang hingga akhirnya ditemukan dan identitasnya dipastikan.

Menurut informasi yang dihimpun, Bagus dan Danang telah beberapa kali menggunakan KM Virgo Transport 8 untuk perjalanan menuju Kalimantan. Namun, perjalanan kali ini berubah menjadi tragedi.

Kecelakaan KM Virgo Transport 8 terjadi pada 13 September 2026 dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal mengalami kondisi darurat di perairan Masalembo, Laut Jawa, sebelum kemudian tenggelam. Kapal tersebut membawa ratusan orang berdasarkan data manifes.

Setelah proses pencarian dan identifikasi, Bagus menjadi salah satu korban meninggal dunia yang berhasil diidentifikasi. Namanya tercatat dalam daftar korban meninggal yang telah diidentifikasi oleh tim DVI.

Di rumah duka, warga mengenang Bagus sebagai sosok yang baik, ramah, dan sopan.

Kepergian Bagus meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga Lumbungkerep. Terlebih, kepulangannya ke rumah terjadi pada hari ketika salah satu anggota keluarganya sedang menjalani salah satu momen penting dalam kehidupan.

Hari itu, keluarga Bagus harus menjalani dua peristiwa sekaligus: mengantarkan kakaknya menuju kehidupan baru melalui pernikahan, sekaligus mengantarkan Bagus menuju tempat peristirahatan terakhir.

Reporter: Prabowo Aji 
Editor: Heru Warsito

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *