Bikin Parasut Telur, Cara Seru ClassWizz Kenalkan Sains ke Pelajar Surakarta

Surakarta, KabarTerkiniNews.co.id — Eksperimen sains merancang parasut penyelamat sederhana, diikuti oleh 93 siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta, dalam kegiatan bertajuk Mission Rescue di sekolah setempat, Selasa (03/11/2026)

Kegiatan ini diinisiasi oleh kelompok siswa SMA Pradita Dirgantara dan MAN Insan Cendekia Pekalongan yang tergabung dalam tim ClassWizz Chapter Surakarta.

Bacaan Lainnya

Dalam eksperimen ini, para siswa dihadapkan pada sebuah studi kasus untuk memecahkan masalah. Mereka ditantang merancang alat untuk menyelamatkan sebutir telur mentah yang akan dijatuhkan dari lantai tiga gedung sekolah agar tidak pecah saat mendarat di tanah.

Tim ClassWizz menyediakan berbagai macam bahan parasut dan material pelindung dengan karakteristik yang bervariasi.

Para peserta kemudian dibebaskan untuk berdiskusi, menentukan, dan merakit sendiri bahan mana yang menurut mereka paling bagus dan efektif untuk menahan benturan.

Sebanyak 93 siswa tersebut dibagi ke dalam 12 kelompok. Mereka mulai merumuskan hipotesis dan memodifikasi komponen rancangan masing-masing.

Ada kelompok yang mengubah ukuran kanopi parasut, jumlah tali, hingga menyusun pelindung telur menggunakan kombinasi kapas, kardus, sedotan, maupun karet gelang.

Setelah melewati dua tahap uji coba menggunakan beban tiruan, tiba saatnya misi final menjatuhkan telur mentah dari lantai tiga. Hasilnya, 11 dari total 12 kelompok berhasil mendaratkan telur dalam kondisi utuh tanpa pecah.

Pendaratan paling presisi dicatatkan oleh Kelompok 3. Mereka memodifikasi kanopi berbahan plastik dengan melubangi bagian atasnya, kemudian menutup lubang tersebut dengan kain jaring.

Modifikasi ini membuat laju parasut lebih stabil saat turun dari lantai tiga, sehingga hanya meleset 52 sentimeter dari titik pusat target pendaratan.

Ketua Proyek Sosial ClassWizz, Fathan Adam Abdurrahman menjelaskan kegiatan ini bertujuan melatih kemampuan siswa dalam memecahkan persoalan nyata melalui metode Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM).

“Kami menghadirkan eksperimen fisika dan engineering. Kami ingin mereka berani bereksperimen, berpikir kritis, serta menemukan inovasi atau novelty untuk menyempurnakan alat yang sudah ada dari bahan-bahan yang telah disediakan,” ujar Adam melalui keterangannya.

Berdasarkan hasil kuesioner evaluasi yang disebar panitia kepada 78 peserta, pemahaman siswa mengenai langkah-langkah riset mencatatkan skor rata-rata 89,7 dari 100. Mayoritas siswa terbukti mampu menyusun hipotesis eksperimen dengan tepat.

Siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah PK Kottabarat dari Kelompok 10, Langit, mengaku mendapatkan pemahaman baru terkait metodologi penelitian. “Saya belajar bagaimana membuat rumusan hipotesis dan belajar menghadapi kegagalan saat hasil eksperimen ternyata tidak sesuai dengan yang kita harapkan,” ungkapnya.

“Di CFD kami menjangkau masyarakat umum, sedangkan kali ini kami bekerja lebih intensif di lingkup sekolah agar ide tentang inovasi ini bisa tersampaikan dengan efektif dan sistematis kepada para pelajar,” kata Farrel.

Ketua Divisi Relasi Publik ClassWizz, Muhammad Farrel Atallah, menambahkan Mission Rescue ini merupakan proyek lanjutan.

Sebelumnya, pada Minggu (25/10/2026), tim ClassWizz juga telah menggelar kegiatan eksperimen sains untuk masyarakat umum di area Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, Solo.

Taufik Irvani

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *