Kupang, KabarTerkiniNews.co.id – Kuasa hukum keluarga almarhumah dokter Elisa Princilia Utami Pakaenoni (Icha) yang baru, Fransisco Bernando Besi, meminta penyidik Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menahan tiga tersangka yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
Menurut Fransisco, penahanan penting dilakukan agar proses hukum terkait kematian dokter Icha dapat berjalan secara objektif. Selain itu, para tersangka diharapkan dapat lebih fokus menghadapi perkara hukum yang sedang berjalan.
Permintaan tersebut disampaikan Fransisco dalam konferensi pers di Kupang, Rabu (9/9/2026). Ia menjelaskan, dirinya baru ditunjuk keluarga untuk menjadi kuasa hukum dan mendampingi proses pengungkapan kasus kematian dokter Icha.
Fransisco mengatakan, laporan polisi dalam perkara tersebut telah dibuat pada 3 Juli 2026. Setelah itu, penyidikan dilakukan oleh tim gabungan Polda NTT dan Polres TTU dan Perkara tersebut kemudian naik ke tahap penyidikan pada 29 Juli 2026.
Dalam proses penyidikan, aparat telah memeriksa puluhan saksi dan enam orang ahli. Sementara tiga anggota DPRD TTU yang kini berstatus tersangka telah menjalani pemeriksaan pada 31 Agustus 2026.
Untuk tahap awal pendampingan hukum, Fransisco mengatakan pihak keluarga melalui kuasa hukum memilih memusatkan perhatian pada aspek formil, khususnya terkait penerapan pasal terhadap para tersangka.
Ia menilai penyidik perlu memastikan ketentuan hukum yang digunakan benar-benar tepat dan memiliki ancaman pidana yang relevan dengan dugaan perbuatan para tersangka.
“Fokus kami sekarang adalah memastikan penerapan pasal yang tepat. Jangan sampai banyak aturan digunakan, tetapi justru substansi yang paling penting terlewat,” kata Fransisco.
Fransisco juga menyoroti sejumlah ketentuan pidana yang berkaitan dengan ancaman terhadap pejabat maupun aturan pidana lainnya yang dinilainya perlu dikaji lebih mendalam.
Menurut dia, status ketiga tersangka sebagai pejabat publik perlu menjadi bagian dari pertimbangan dalam membangun konstruksi hukum perkara tersebut.
Fransisco berharap ketiga tersangka dapat ditahan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap dan dilimpahkan untuk proses hukum berikutnya.
Meski demikian, ia menegaskan keputusan mengenai penahanan tetap berada pada kewenangan penyidik sesuai ketentuan hukum acara pidana.
“Kami berharap ketika berkas dilimpahkan dan dinyatakan lengkap, tiga orang tersangka ini dapat ditahan,” ujarnya.
Selain meminta penahanan, pihak keluarga juga berencana menyerahkan data dan bukti tambahan kepada penyidik.
Salah satu bukti yang akan disampaikan berupa percakapan melalui aplikasi pesan. Namun, bukti tersebut terlebih dahulu akan diverifikasi untuk memastikan keaslian serta keterkaitannya dengan perkara.
Fransisco menegaskan, penyerahan bukti tambahan tersebut bukan dimaksudkan untuk mengambil alih kewenangan penyidik, melainkan membantu memperjelas rangkaian peristiwa yang tengah diusut.
“Sebagai kuasa hukum, kami akan berkolaborasi dengan penyidik agar kasus ini semakin terang,” katanya.
Keluarga melalui kuasa hukum juga berencana menyampaikan laporan kepada pimpinan partai politik yang menaungi ketiga tersangka.
Mereka meminta agar ketiganya dinonaktifkan dari aktivitas politik dan dipertimbangkan untuk diganti melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW).
Fransisco mengatakan, langkah tersebut dinilai perlu agar para tersangka dapat memprioritaskan proses hukum yang sedang mereka hadapi tanpa terganggu aktivitas sebagai wakil rakyat.
“Kami ingin mereka fokus menghadapi proses hukum. Ini juga bentuk pertanggungjawaban moral sebagai pejabat publik,” ujarnya.
Meski demikian, Fransisco menegaskan keluarga untuk sementara belum ingin masuk terlalu jauh dalam perdebatan mengenai fakta materiil perkara.
Fokus awal, kata dia, adalah memastikan konstruksi hukum serta penerapan pasal terhadap para tersangka dilakukan secara tepat.
Dalam kesempatan tersebut, Fransisco juga menyinggung ketentuan dalam Undang-Undang Kesehatan mengenai perlindungan tenaga kesehatan saat menjalankan profesinya.
Menurut dia, aspek perlindungan tenaga kesehatan tersebut perlu turut diperhatikan dalam melihat posisi dokter Icha sebagai seorang tenaga kesehatan.
Ia berharap proses penyidikan tidak hanya memberikan kepastian hukum bagi keluarga, tetapi juga mampu menjawab berbagai pertanyaan publik mengenai penyebab dan rangkaian peristiwa yang berkaitan dengan kematian dokter Icha.
“Selama beberapa bulan terakhir masyarakat masih bertanya, sebenarnya perkara ini berkaitan dengan apa. Kami berharap proses hukum dapat menjawab pertanyaan itu secara terang dan berdasarkan bukti,” kata Fransisco
Rudy





