SALATIGA KabarTerkiniNews.co.id– Perjuangan panjang Dr. Utami Puji Lestari, S.Pd., M.Pd., Ak., menempuh pendidikan doktoral akhirnya berbuah gelar Doktor Ilmu Akuntansi dari Universitas Kristen Satya Wacana atau UKSW Salatiga.
Utami dinyatakan berhak menyandang gelar doktor dalam yudisium Program Doktor Ilmu Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UKSW, Senin, 7 September 2026.
Yang menarik, dosen Institut Teknologi dan Bisnis atau ITB Semarang tersebut berhasil menyelesaikan studi doktoralnya tepat dalam target tiga tahun. Program Doktor Ilmu Akuntansi FEB UKSW memang dirancang agar mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan dalam kurun waktu tersebut.
Bagi Utami, pencapaian itu bukan sekadar tambahan gelar akademik di belakang namanya. Ada proses panjang berupa penelitian, bimbingan, penyusunan disertasi, hingga mempertahankan hasil penelitian.
Disertasinya mengangkat tema “Managerial Overconfidence, Corporate Governance, dan Dinamika Manajemen Laba Riil.” Topik tersebut sebelumnya juga tercatat dalam kegiatan seminar hasil disertasi Program Doktor Ilmu Akuntansi UKSW.
Kunci Menyelesaikan Doktor Tiga Tahun
Utami mengungkapkan, salah satu hal yang sangat membantu selama menempuh pendidikan doktoral adalah pola komunikasi dengan para promotor.
Ia menilai para promotor memberikan bimbingan secara terbuka dan responsif sehingga proses konsultasi penelitian dapat berjalan dengan baik.
Menurut Utami, komunikasi yang lancar membuat dirinya lebih mudah mengetahui perkembangan penelitian dan menjaga motivasi untuk menyelesaikan disertasi sesuai target.
Keberhasilan tersebut juga memperkuat kiprah Utami sebagai akademisi. Ia tercatat sebagai dosen ITB Semarang dan sebelumnya telah terlibat dalam sejumlah kegiatan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. Pada 2026, misalnya, Utami bersama tim ITB Semarang memperoleh pendanaan Program Bestari Saintek melalui penelitian mengenai pemanfaatan ikan rucah sebagai sumber protein alternatif untuk pemberdayaan peternak ayam Kendal.
Keluarga Hadir di Momen Penting
Kebahagiaan Utami semakin lengkap karena keluarga hadir memberikan dukungan langsung dalam momentum yudisium.
Di antara keluarga yang hadir adalah sang ayah, Sutarno, suami David Firna Setiawan, S.Pd., M.Pd., anak Zufar Fakhri Al Khawarismi, adik Rafi Rahmad Istianto, S.Pd., serta sepupu Prima Anisa, S.Pd.
Bagi keluarga, keberhasilan tersebut bukan hanya tentang gelar doktor. Pencapaian itu menjadi buah dari ketekunan, kesabaran dan komitmen yang dijalani Utami selama menyelesaikan pendidikan.
Adiknya, Rafi Rahmad Istianto, menyampaikan kebanggaannya atas keberhasilan sang kakak.
“Kami sebagai keluarga tentu merasa sangat bangga. Perjalanan untuk sampai pada titik ini tentu tidak mudah.”
Rafi berharap gelar doktor tersebut dapat menjadi amanah bagi Utami untuk terus memberikan manfaat melalui pendidikan, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat.
Bukan Titik Akhir
Perolehan gelar doktor diharapkan tidak menjadi titik akhir perjalanan akademik Utami.
Sebaliknya, pengetahuan dan pengalaman selama menempuh pendidikan doktoral diharapkan dapat diterapkan dalam kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Kisah Utami juga menjadi gambaran bahwa keberhasilan akademik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menyelesaikan penelitian, tetapi juga membutuhkan konsistensi, komunikasi dengan pembimbing dan dukungan lingkungan terdekat.
Dari sisi institusi, capaian Utami juga menjadi bagian dari keberhasilan Program Doktor Ilmu Akuntansi FEB UKSW. Dari empat mahasiswa angkatan pertama yang memulai studi pada 2023, tiga mahasiswa telah dinyatakan berhak meraih gelar doktor pada 2026, sementara satu mahasiswa lainnya disebut tinggal menunggu proses yudisium.
Bagi Utami dan keluarganya, gelar doktor bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi amanah baru untuk menghasilkan karya dan memberi manfaat yang lebih luas. (Her /KTN)





