Bakar Sampah Tak Diawasi, Api Merembet ke Ladang Tebu di Mojogedang Karanganyar

KARANGANYAR – Kebakaran melanda ladang tebu di Desa Kedungjeruk, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (12/9/2026). Api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang tidak diawasi hingga merembet ke tanaman tebu di sekitarnya.

Berdasarkan laporan Damkar Satpol PP Kabupaten Karanganyar, kejadian tersebut diketahui sekitar pukul 11.35 WIB. Petugas menerima laporan dari Sumardi, warga yang melihat kebakaran ladang tebu di dekat rumahnya.

Bacaan Lainnya

Menurut keterangan pelapor, kebakaran diduga bermula ketika seseorang membakar sampah di dekat TKK. Api yang tidak terpantau kemudian merembet ke ladang tebu di sekitar lokasi.

Menerima laporan tersebut, petugas Damkar Karanganyar bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 11.55 WIB. Petugas langsung melakukan upaya pemadaman dengan dukungan BPBD Karanganyar serta aparat TNI dan kepolisian setempat.

Dalam penanganan kebakaran, petugas mengerahkan satu unit armada Damkar dan satu unit mobil tangki BPBD Karanganyar.

Setelah dilakukan pemadaman, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 13.15 WIB. Dengan demikian, waktu penanganan sejak laporan diterima hingga api padam berlangsung sekitar satu jam 40 menit.

Laporan Damkar menyebutkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara itu, nilai kerugian material masih belum dapat ditaksir.

Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Kasie Pemadam Kebakaran, Kesbangpolinmas Kabupaten Karanganyar, Danang Kusumawardana, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Masyarakat diminta tidak meninggalkan api tanpa pengawasan, termasuk saat melakukan pembakaran sampah. Langkah pencegahan diperlukan agar api tidak merembet ke lahan, tanaman, maupun permukiman warga.

Kebakaran di Kedungjeruk ini menjadi pengingat bahwa aktivitas pembakaran sampah perlu dilakukan secara bertanggung jawab dengan memperhatikan kondisi lingkungan dan potensi penyebaran api. ( Her /KTN)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *