TBC Mengintai, Warga Mojolaban Disasar Skrining Rontgen

SUKOHARJO, Kabar Terkini News – Upaya mendeteksi tuberkulosis atau TBC sejak dini terus dilakukan Puskesmas Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Petugas kesehatan kini turun langsung ke desa-desa untuk melakukan skrining aktif, sehingga warga tidak harus menunggu sakit dan datang ke fasilitas kesehatan.

Hingga Agustus 2026, Puskesmas Mojolaban mencatat 30 warga yang terdiagnosis TBC dan sedang menjalani terapi pengobatan. Sementara itu, sepanjang 2026 tercatat satu pasien TBC berusia sekitar 50 tahun meninggal dunia.

Bacaan Lainnya

Data tersebut disampaikan dalam Forum Konsultasi Publik Puskesmas Mojolaban yang digelar Selasa, 29 September 2026.

Kepala Puskesmas Mojolaban, Hery Suparyanto, mengatakan upaya penemuan kasus secara aktif dilakukan untuk mengantisipasi penularan TBC di tengah masyarakat.

Melalui program active case finding atau penemuan kasus secara aktif, petugas mendatangi warga secara langsung di sejumlah desa. Pemeriksaan dilakukan menggunakan foto rontgen dengan sasaran sekitar 100 warga dalam setiap pelaksanaan skrining.

“Untuk tahun ini sampai sekarang ada satu kematian pasien TBC. Usianya sekitar 50-an. Bedanya dengan pemeriksaan sebelumnya, dalam ACF ini kami menggunakan foto rontgen untuk melakukan skrining,” kata Hery.

Menyasar Warga dengan Faktor Risiko

Skrining tidak hanya dilakukan secara umum, tetapi juga memberikan perhatian kepada masyarakat yang memiliki faktor risiko lebih tinggi terhadap TBC.

Di antaranya warga dengan diabetes, hipertensi, HIV, serta mereka yang mengalami kondisi gizi buruk.

Menurut Hery, pendekatan jemput bola tersebut diharapkan dapat menemukan kasus TBC lebih cepat. Dengan demikian, warga yang terdiagnosis dapat segera memperoleh penanganan medis dan menjalani pengobatan.

Sebelumnya, kegiatan skrining telah dilakukan di Desa Palur, Joho, Triyagan, dan Sapen.

Selanjutnya, tim Puskesmas Mojolaban dijadwalkan melanjutkan kegiatan ke Desa Cangkol dan Ngadirejo pada 5 dan 6 Oktober 2026.

Dari Menunggu Pasien Menjadi Mencari Kasus

Upaya penemuan aktif ini menjadi bagian dari strategi pencegahan penularan TBC. Petugas tidak hanya menunggu warga yang mengalami keluhan datang ke puskesmas, tetapi berupaya menemukan kemungkinan kasus melalui pemeriksaan langsung di lingkungan masyarakat.

Puskesmas Mojolaban bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo dan pemerintah pusat terus mendorong pelaksanaan active case finding tersebut.

Dengan pemeriksaan lebih awal, kasus TBC diharapkan dapat segera ditangani. Langkah ini sekaligus menjadi upaya untuk memutus mata rantai penularan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Pada 2025, Puskesmas Mojolaban mencatat 35 kasus TBC. Sementara hingga Agustus 2026, sudah terdapat 30 kasus yang ditemukan dan sedang menjalani terapi pengobatan.

Bagi masyarakat, pesan yang dibawa dari program ini sederhana: deteksi lebih awal bukan hanya menyangkut kesehatan seseorang, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melindungi keluarga dan lingkungan sekitar dari penularan TBC.

Reporter: Tio Nusa , Editor: Heru Warsito

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *