Penantian Berakhir, Ayah Peluk Peti Jenazah Jevon Korban KM Virgo 8
KARANGANYAR, Kabar terkini news.co.id —
Penantian panjang keluarga Jevon Joechelin Jothan akhirnya berakhir.
Namun, kepulangan yang dinantikan bukanlah kepulangan Jevon dalam keadaan hidup.
Peti jenazah pemuda asal Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar, itu tiba di rumah duka di Jalan Pesona 3 Nomor 30, Perum GPNI, Selasa, 30 September 2026, sekitar pukul 09.30 WIB.
Tangis keluarga pecah.
Ayah Jevon, Totok Haryono, tak kuasa menahan kesedihan. Ia bahkan mendekap erat peti jenazah putranya yang menjadi salah satu korban tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Kalimantan.
Bagi Totok, momen itu menjadi akhir dari penantian sekaligus awal dari kehilangan yang harus ia terima.
Beberapa hari sebelumnya, ia masih menunggu sebuah telepon dari Jevon.
Sabtu malam sekitar pukul 21.30 WIB, keduanya sempat berkomunikasi melalui telepon. Saat itu Jevon hendak berangkat menggunakan kapal menuju Kalimantan untuk bekerja di perkebunan kelapa sawit.
Dalam percakapan terakhir tersebut, Jevon meminta doa restu kepada ayahnya.
“Dia minta doa restu. Terus dia bilang kalau sudah sa wsmpai Kalimantan di Pelabuhan Trisakti mau telepon sekitar jam tujuh pagi,” kata Totok.
Namun, telepon yang ditunggu itu tidak pernah datang.
Totok justru mengetahui kabar tenggelamnya kapal melalui media sosial TikTok.
Awalnya, ia belum menyadari bahwa kapal yang diberitakan adalah kapal yang ditumpangi putranya.
Namun setelah melihat nama KM Virgo 8 dan mencocokkannya dengan jadwal keberangkatan Jevon, perasaan khawatir mulai muncul.
“Saya lihat Virgo. Kemarin dia bilangnya juga Virgo. Saya cek berangkatnya kok sama, Sabtu jam sepuluh,” ujarnya.
Totok kemudian mencoba menghubungi Jevon. Namun, telepon tersebut sudah tidak dapat tersambung.
Ia pun langsung terbang ke Surabaya untuk memastikan kondisi putranya.
Ada satu percakapan lain yang kini terus teringat dalam benak Totok.
Sehari sebelum keberangkatan, Jevon bersama dua rekannya, Aldo dan Ahda, sempat melakukan video call.
Dalam percakapan itu, ketiganya mengucapkan kalimat yang saat itu dianggap sebagai candaan dan ungkapan kebersamaan.
“Mati bareng, selamat bareng, sukses bareng,” tutur Totok mengingat ucapan ketiganya.
Tak pernah terpikir oleh Totok bahwa kalimat tersebut kelak menjadi bagian dari kenangan terakhirnya bersama sang anak.
Jevon diketahui baru menyelesaikan pendidikan SMA di SMA Muhammadiyah 5 Kramat sekitar satu tahun lalu. Setelah lulus, ia memang memiliki keinginan untuk bekerja.
“Memang niatnya mau kerja,” kata Totok.
Keberangkatan Jevon ke Kalimantan merupakan bagian dari rencana tersebut. Biaya keberangkatannya disebut ditanggung oleh perusahaan, PT Sinar Mas.
Kini, rencana itu telah berakhir.
Setelah disemayamkan di rumah duka, jenazah Jevon kemudian dimakamkan di Astono Purwoloyo, Pucangsawit, Solo.
Jevon merupakan salah satu warga Desa Ngringo yang menjadi korban musibah tenggelamnya KM Virgo 8 dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin pada 13 September 2026.
Bagi keluarga, kepulangan Jevon hari ini menjadi penutup dari penantian panjang.
Dan bagi seorang ayah, pelukan pada peti jenazah itu menjadi perpisahan yang tak pernah diharapkan.
(Iwan)





