SURAKARTA – Universitas Islam Batik (UNIBA) Surakarta kembali mengukuhkan lulusan melalui Wisuda Program Sarjana Angkatan ke-59, Magister Manajemen Angkatan ke-38 dan Magister Hukum Angkatan ke-5 Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027.
Prosesi wisuda digelar di Gedung Graha Saba Buana, Surakarta, Rabu (30/9/2026), dan diikuti 204 wisudawan dan wisudawati. Sidang Senat Terbuka dipimpin Ketua Senat UNIBA Surakarta, Dr. Suhendro, SE., M.Si., Ak.

Dari 204 lulusan tersebut, 141 merupakan lulusan sarjana dan 63 lulusan magister. Mereka berasal dari Fakultas Hukum, Ekonomi, Pertanian dan Teknik.
Fakultas Hukum meluluskan 62 sarjana Hukum dan 20 Magister Hukum. Fakultas Ekonomi meluluskan 18 sarjana Manajemen, 20 Akuntansi dan 43 Magister Manajemen. Fakultas Pertanian meluluskan 13 Agroteknologi, tujuh Peternakan dan dua Agribisnis. Sedangkan Fakultas Teknik meluluskan 10 Teknik Industri dan sembilan Teknik Sipil.
Capaian akademik menjadi salah satu sorotan dalam wisuda kali ini. Sebanyak 144 lulusan atau sekitar 70 persen dari total wisudawan meraih predikat cumlaude.
IPK tertinggi diraih Angga Arinda Tri Murti Nugroho dari Program Magister Manajemen dengan IPK 4,00. Sementara sembilan wisudawan lainnya masuk dalam daftar lulusan dengan IPK tertinggi dari masing-masing program studi.
Wisuda kali ini juga memperlihatkan bahwa pendidikan di UNIBA tidak hanya diikuti mahasiswa dari kalangan akademisi, tetapi juga mereka yang telah aktif bekerja dan berkiprah di masyarakat.

Sejumlah lulusan tercatat berasal dari kalangan pejabat publik dan profesional, di antaranya Edy Sasongko, SM., Ketua DPRD Klaten; Dinda Ari Ayu Isnani, ST., M.Si., anggota DPRD Kota Semarang; Widodo, M.H., anggota DPRD Sragen; dr. Henny Puspitosari Utami, M.Si., Kepala RSUD Ir. Sukarno; Hardiman, M.Si., Lurah Parangjoro; serta Muhammad Hafidz, SE., M.Si., anggota Dewan Pembina Yapertib.
Kehadiran para profesional tersebut menunjukkan bagaimana pengalaman kerja dapat berjalan berdampingan dengan proses akademik. Sejumlah persoalan yang dihadapi dalam pekerjaan bahkan menjadi bagian dari perhatian dalam proses riset dan penyusunan karya akademik.
Perwakilan wisudawan, Edy Sasongko, menyampaikan kesiapan para lulusan untuk menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai sarana memberikan manfaat, membawa perubahan positif dan menjaga nilai-nilai keislaman dalam kehidupan.
Sementara itu, Rektor UNIBA Surakarta berpesan agar para lulusan tidak memandang wisuda sebagai akhir perjalanan. Gelar akademik justru menjadi awal untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Para lulusan diminta menjadi pembawa solusi, bukan bagian dari masalah. Selain itu, mereka didorong membangun sinergi dan kerja sama, serta meningkatkan spiritualitas di tengah perubahan zaman dan perkembangan era digital.
UNIBA Surakarta sendiri berdiri sejak 26 Juli 1983 dan saat ini memiliki empat fakultas serta program pendidikan sarjana dan magister. Kampus tersebut juga terus mengembangkan kemitraan dengan dunia industri dan dunia usaha serta mendorong lulusannya menjadi profesional dan berdaya saing.
Rangkaian wisuda ditutup dengan pemberian penghargaan kepada wisudawan terbaik, penghargaan pasangan orang tua dan anak, serta penampilan Unit Kegiatan Mahasiswa Paduan Suara Mahasiswa yang membawakan lagu tradisional dan kontemporer.
Bagi 204 lulusan UNIBA Surakarta, wisuda bukan sekadar penanda berakhirnya masa studi. Momentum tersebut menjadi titik awal untuk membawa ilmu dan pengalaman akademik ke ruang pengabdian, dunia kerja dan kehidupan masyarakat. (Red /KTN)





