Pekalongan, KabarTerkiniNews.co.id – Perkembangan pembangunan tersebut menjadi perhatian Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Abdul Munir bersama Komisi C saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi, Kamis (1/10/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Abdul Munir menyebut struktur fisik utama rumah sakit pada dasarnya telah tersedia. Pekerjaan selanjutnya diarahkan pada penyempurnaan berbagai sistem pendukung serta bagian arsitektur bangunan. “Ya kita kan ini keliling pelaksanaan, saya katakan penyempurnaan gedung. Yaitu MEP dan arsitek.”
Penantian masyarakat terhadap beroperasinya RSUD Kraton Baru di Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, mulai memasuki babak akhir. Setelah struktur utama bangunan berdiri, pembangunan rumah sakit baru tersebut kini dikebut pada tahap penyempurnaan.
Fokus pekerjaan bergeser pada mechanical, electrical, and plumbing (MEP) serta pekerjaan arsitektur yang menjadi bagian penting sebelum gedung siap digunakan untuk pelayanan kesehatan. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai target, RSUD Kraton Baru ditargetkan mulai melayani masyarakat pada Mei 2027.
Menurut Abdul Munir, pekerjaan MEP tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Sistem tersebut berkaitan langsung dengan operasional rumah sakit, mulai dari instalasi listrik, sistem udara, sanitasi hingga jaringan air.
Karena itu, proses pemasangan harus dilakukan secara aman dan presisi agar ketika rumah sakit mulai beroperasi tidak muncul persoalan teknis yang dapat mengganggu pelayanan.
“Ini masih tahap proses. Tadi saya disampaikan, sudah dijelaskan, mudah-mudahan tahapan-tahapan ini bisa dilalui, dikerjakan dengan secepatnya, dengan aman, presisi, agar tidak terjadi kebocoran-kebocoran pada baik itu gas, maupun air, maupun sentuhan kabel listrik,” ujarnya.
Relokasi RSUD Kraton Mulai Maret 2027
Di sisi lain, pembangunan gedung baru juga mulai diikuti dengan persiapan relokasi RSUD Kraton dari lokasi lama di Kota Pekalongan menuju gedung baru di Kecamatan Wiradesa. Direktur RSUD Kraton Henny Rosita mengatakan, proses pemindahan akan dilakukan secara bertahap.
Relokasi dijadwalkan mulai dilakukan pada Maret 2027, dengan tahap awal menyasar bagian-bagian yang tidak berhubungan langsung dengan pelayanan pasien. Di antaranya ruang manajemen, kearsipan dan sejumlah bagian pendukung lainnya.
“Rencana untuk relokasi insyaallah akan kami laksanakan maksimal di bulan April. Jadi, di awal Maret itu kami sudah melaksanakan relokasi tetapi untuk bagian-bagian yang tidak terkait dengan pasien secara langsung,” kata Henny.
Sementara itu, pemindahan unit yang berkaitan langsung dengan pelayanan pasien akan dilakukan pada tahap berikutnya.
Pelayanan seperti rawat inap dan layanan penunjang ditargetkan mulai dipindahkan pada akhir Maret hingga awal April 2027.
“Tapi untuk yang berkaitan dengan pelayanan pasien, misalnya rawat inap, penunjang dan lain sebagainya, itu baru akan kami laksanakan mulai di akhir Maret atau di awal April 2027,” ujarnya.
Target Rampung Pertengahan April, Buka Pelayanan Mei
Henny menargetkan seluruh proses relokasi RSUD Kraton dapat diselesaikan pada pertengahan April 2027. Dengan demikian, setelah proses pemindahan selesai dan seluruh fasilitas siap digunakan, RSUD Kraton Baru di Wiradesa ditargetkan mulai memberikan pelayanan kepada masyarakat pada awal Mei 2027.
“Harapannya di pertengahan April 2027 kami sudah selesai melaksanakan relokasi, sehingga di awal Mei kami sudah bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Henny.
Dengan target tersebut, pembangunan RSUD Kraton Baru kini memasuki fase penting. Penyelesaian MEP, pekerjaan arsitektur, persiapan lingkungan hingga proses relokasi menjadi rangkaian tahapan yang harus dilalui sebelum rumah sakit baru tersebut benar-benar membuka pintunya untuk masyarakat.
DPRD Minta Pekerjaan yang Tak Bergantung MEP Segera Dikebut
Selain pekerjaan MEP, DPRD Kabupaten Pekalongan juga mendorong agar pekerjaan arsitektur yang tidak bergantung pada penyelesaian instalasi MEP segera dikerjakan. Salah satunya pembangunan pagar serta penataan lingkungan di sekitar kompleks rumah sakit.
Menurut Abdul Munir, percepatan pekerjaan tersebut penting agar masyarakat dapat melihat secara langsung perkembangan pembangunan RSUD Kraton Baru.
Sebab, apabila hanya bagian internal gedung yang dikerjakan sementara pekerjaan luar belum terlihat, masyarakat berpotensi menganggap pembangunan rumah sakit tersebut berjalan lambat.
“Kami menyarankan, agar arsitektur yang tidak berhubungan, tidak bergantung dengan MEP, yang tidak terkonek, untuk dilaksanakan, untuk segera dibangun. Misalnya pagar bumi, lingkungan,” katanya.
“Ini agar tampak masyarakat bahwa, rumah sakit berjalan. Ini kan orang yang ndak ngerti, ngertinya mandek. Karena itu tadi disampaikan agar arsitektur segera dikerjakan,” lanjutnya.
Abdul Munir juga memberikan apresiasi terhadap koordinasi antara manajemen RSUD Kraton dengan pihak ketiga atau kontraktor yang terlibat dalam pembangunan.
Menurutnya, kerja sama dan pengawasan yang dilakukan menjadi bagian penting untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai tahapan.
“Saya mengapresiasi kepada Direktur RSUD Kraton, kerja sama baik dengan pihak ketiga, kontraktor. Ini kerja sama yang bagus, pengawasan, dan katanya dilaksanakan pengawasan hampir 24 jam bahasanya Bu Dir,” katanya.
Kermit





