Pekalongan, KabarTerkiniNews.co.id – Sebuah video berdurasi sekitar 15 detik mendadak menghebohkan media sosial. Bukan karena kecelakaan atau kemacetan, melainkan aksi sebuah mobil bernomor polisi G 1601 WC yang nekat menerobos ruas jalan yang baru saja selesai dicor dan masih dalam kondisi basah,
Membuat publik semakin ramai membicarakannya, pengemudi mobil tersebut terlihat mengenakan seragam aparatur sipil negara (ASN).
Peristiwa itu terjadi di Jalan Letjen Suprapto, sekitar Pertigaan Sean, wilayah Watusalam, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, pada Senin (28/9/2026) pagi. Lokasi tersebut merupakan ruas jalan yang sedang menjalani pekerjaan pengecoran.
Dalam rekaman video yang beredar luas, tampak mobil berwarna silver tersebut berada di tengah antrean kendaraan. Di depan kendaraan sudah terpasang pembatas sebagai tanda bahwa ruas jalan tidak dapat dilalui karena proses pengecoran masih berlangsung.
Namun, pengemudi mobil tersebut justru terlihat membuka pembatas jalan. Kendaraan kemudian melaju melewati permukaan beton yang masih basah. Jejak ban pun tampak membekas di permukaan cor yang belum mengeras.
Aksi tersebut bahkan diikuti sejumlah pengendara sepeda motor yang berada di belakangnya. Video itu kemudian menyebar luas di media sosial dan menuai beragam reaksi dari masyarakat.
Pengemudi Ternyata ASN Pemkot Pekalongan. Informasi mengenai identitas pengemudi kemudian ditelusuri. Pemerintah Kota Pekalongan memastikan pria yang berada di balik kemudi tersebut merupakan ASN di lingkungan Pemkot Pekalongan.
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid menyebut ASN tersebut bekerja di Dinas Pertanian dan Pangan. Pemerintah Kota Pekalongan juga menyatakan penanganan terhadap yang bersangkutan dilakukan sesuai mekanisme dan aturan kepegawaian yang berlaku.
Sementara itu, Plt Bupati Pekalongan H. Sukirman turut memberikan tanggapan terkait video viral tersebut. Sukirman mengaku menyayangkan tindakan pengemudi yang menerobos jalan yang tengah dalam proses pengecoran.
“Saya lagi ngecek, tapi kabar rumor-rumornya itu ASN dari Kota Pekalongan. Saya berharap yang bersangkutan untuk introspeksi dan meminta maaf kepada masyarakat,” ujar Sukirman.
Menurutnya, masyarakat perlu bersabar selama program pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan berlangsung. Sebab, proses pekerjaan jalan tidak jarang menimbulkan antrean dan kemacetan karena sebagian ruas harus ditutup sementara.
“Ini program yang sangat mulia bagi kita dan dari infrastruktur khususnya ruas jalan, bersabar karena pasti akan ada kemacetan-kemacetan di mana-mana,” jelasnya.
Sukirman mengatakan, manajemen lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan sebenarnya telah diatur agar penumpukan kendaraan dapat diminimalkan.
Jika Sengaja, Akan Ditindaklanjuti. Terkait tindakan pengemudi tersebut, Sukirman menegaskan persoalan itu akan ditindaklanjuti apabila nantinya terbukti terdapat unsur kesengajaan.
“Ya tentu saja sangat menyayangkan, pertama soal perilakunya, yang kedua ya lagi-lagi kemudian viral itu tadi,” tegasnya.
Ia juga menyatakan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Pekalongan apabila pengemudi tersebut benar merupakan ASN Pemkot Pekalongan.
“Kalau memang itu serius kesengajaan dan seterusnya, kalau memang itu ASN dari Pemkot, ya saya tentu saja akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Pekalongan,” lanjut Sukirman.
Belakangan, Pemkot Pekalongan menyatakan identitas ASN tersebut telah terkonfirmasi dan proses penanganan akan mengikuti ketentuan birokrasi yang berlaku.
Cor Jalan yang Rusak Akan Diperbaiki. Dampak dari kendaraan yang melintas di atas beton yang belum mengeras juga terlihat pada permukaan jalan.
Jejak ban kendaraan membekas pada bagian cor yang baru dikerjakan. Pihak pelaksana pekerjaan kemudian melakukan penanganan kembali pada bagian yang terdampak.
Pemkot Pekalongan juga telah berkoordinasi dengan pihak pemborong terkait kerusakan tersebut. Berdasarkan keterangan terbaru, penyelesaian kerusakan dilakukan secara kekeluargaan dan tidak menimbulkan kerugian materiil bagi Pemkot Pekalongan.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi para pengguna jalan agar mematuhi pembatas maupun rambu sementara di lokasi proyek. Terlebih, pekerjaan pengecoran membutuhkan waktu agar beton cukup kuat sebelum dapat dilewati kendaraan.
Di tengah masifnya pembangunan infrastruktur jalan, masyarakat memang dihadapkan pada konsekuensi berupa antrean dan kemacetan sementara.
Namun, pemerintah daerah meminta pengguna jalan tetap bersabar dan tidak mengambil jalur yang telah ditutup demi menghindari kerusakan pekerjaan sekaligus menjaga keselamatan seluruh pengguna jalan.
Kini, selain menjadi perhatian publik di media sosial, aksi menerobos jalan cor basah tersebut juga masuk dalam proses penanganan pemerintah terkait ASN yang bersangkutan.
Kermit





