Kepsek SMPN 20 Kota Kupang : Pendekatan Persuasif Cegah Tawuran

Kupang, KabarTerkiniNews.co.id – Maraknya aksi tawuran antarpelajar yang belakangan terjadi di Kota Kupang menjadi perhatian serius dunia pendidikan. Kondisi tersebut mendorong SMP Negeri 20 Kota Kupang mengambil langkah pencegahan dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan membangun hubungan emosional antara guru dan siswa.

Kepala SMP Negeri 20 Kota Kupang, Susi Aprijanti, Kamis (8/10/2026) mengatakan ia memilih cara yang lebih humanis dalam merangkul para siswa agar tidak mudah terpengaruh lingkungan maupun kelompok pergaulan yang dapat menyeret mereka ke dalam aksi kekerasan.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, mencegah tawuran tidak cukup hanya dengan memberikan larangan ataupun hukuman. Para siswa perlu didekati, didengarkan dan dipahami agar mereka memiliki ruang yang aman untuk menyampaikan persoalan yang sedang dihadapi.

Pendekatan tersebut dilakukan dengan membangun hubungan layaknya ibu dan anak. Siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan keluh kesah, persoalan pribadi maupun konflik yang mereka alami tanpa langsung dihakimi.

“Anak-anak harus merasa bahwa sekolah adalah rumah kedua mereka. Mereka harus tahu bahwa ada guru yang mau mendengarkan dan memahami mereka,” demikian inti pendekatan yang dikembangkan pihak sekolah.

Susi menilai, pada usia remaja, kebutuhan akan pengakuan dan penerimaan dari lingkungan sangat kuat. Tidak sedikit siswa yang kemudian terlibat dalam kelompok atau geng karena ingin mendapatkan pengakuan dari teman sebaya.

Karena itu, sekolah berupaya memahami karakter dan kepribadian setiap siswa. Pendekatan terhadap siswa yang memiliki karakter dominan tentu berbeda dengan siswa yang lebih pendiam, tertutup atau ekspresif.

Dengan memahami karakter tersebut, guru dapat memberikan motivasi dan pendampingan yang lebih tepat sesuai kebutuhan masing-masing siswa.

Selain membangun komunikasi dua arah, sekolah juga berupaya memberikan kepercayaan dan peran positif kepada siswa, terutama mereka yang memiliki jiwa kepemimpinan atau cenderung aktif dan dominan di lingkungan sekolah.

Siswa dapat diarahkan untuk mengambil tanggung jawab dalam berbagai kegiatan sekolah, seperti menjadi ketua pelaksana kegiatan, kapten tim olahraga maupun terlibat sebagai duta perdamaian sekolah.

Cara ini diharapkan dapat mengalihkan kebutuhan siswa untuk mendapatkan pengakuan dari lingkungan pergaulan negatif menjadi pencapaian yang positif dan membanggakan.

“Anak yang memiliki jiwa pemimpin jangan langsung dicap sebagai pembuat masalah. Energi dan keberaniannya harus diarahkan ke hal-hal yang positif,” menjadi prinsip penting dalam pendekatan tersebut.

Meski mengedepankan kasih sayang dan pendekatan emosional, pihak sekolah tetap menegakkan tata tertib secara disiplin. Aturan sekolah tetap menjadi batasan yang harus dipatuhi seluruh siswa tanpa pandang bulu.

Dengan demikian, pendekatan persuasif bukan berarti sekolah membiarkan pelanggaran terjadi. Sebaliknya, kasih sayang dan kedisiplinan berjalan beriringan untuk membentuk karakter siswa.

Kepala Sekolah SMP Negeri 20 Kota Kupang berharap pola pendekatan tersebut dapat menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan terbuka bagi siswa. Dengan merasa diterima dan dihargai di sekolah, para siswa diharapkan tidak mencari pengakuan maupun pelarian melalui kelompok atau lingkungan yang berpotensi membawa mereka pada aksi tawuran.

Upaya pencegahan tersebut juga menjadi bagian dari tanggung jawab sekolah dalam membentuk generasi muda Kota Kupang yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, mampu mengendalikan diri dan menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan.

Rudy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *