Lahirkan Programmer Handal, SMKN 1 Sanden Bantul Pamerkan 300 Game Karya Siswa

Bantul – KabarTerkiniNews.co,id – Sebanyak 300 game karua siswa SMK Negeri 1 Sanden, dipamerkan, dalam ajang Pameran Konsentrasi Keahlian, Kreativitas, dan Inovasi tahun ini. Tak hanya sekadar pamer karya, ajang ini menjadi simulasi nyata dunia bisnis bagi para calon programmer muda yang cakap digital.

Suasana di SMK Negeri1 Sanden, Bantul,  Jumat (9/10/2026), tampak berbeda dari biasanya. Terlihat deretan tv layar datar, yang menampilkan ratusan aplikasi game digital yang futuristik, dengan berbagai tampilan dan gaya, baik modern maupun lokal.

Bacaan Lainnya

Sebuah rumpun teknologi yang menjadi daya tarik bagi para guru dan siswa sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama yang hadir. Total ada 300 game, yang kesemuanya merupakan karya siswa jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL).

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Sanden, Sutapa, mengatakan, kegiatan ini tak hanya sekadar pamer karya, ajang ini menjadi simulasi nyata dunia bisnis bagi para calon wirausaha muda. Kreativitas yang berpadu dengan inovasi teknis terbukti mampu menghasilkan nilai ekonomi yang tinggi.

“Harapannya siswa nanti kedepan bisa menjadi programmer handal yang dibutuhkan dunia industry, kita didik dari sekarang, jadi tidak hanya menjadi pengguna game, tapi bisa membuat gamenya sendiri,”terang Sutapa.

Pihaknya menambahkan, bahwa tidak memberikan batasan tema maupun pengembangan karya. Siswa dibebaskan berkarya dengan imajinasinya sendiri, yang akselerasinya bekerjasama dengan pihak industri, untuk mewujudkan kurikulum berbasis industri. “Tidak ada tema khusus, kita bebaskan anak-anak ini berkarya,”imbuhnya.

Tekad ini berkaitan dengan masa depan siswa yang disiapkan ketrampilannya, sehingga nantinya setelah lulus bisa terserap ke dunia usaha dan dunia industri, serta mampu menjadi programmer dalam menciptakan game yang dibutuhkan dunia industri maupun dijual sendiri.

Terifa’a, siswa kelas XII RPL 2 ini mengungkapkan, menjadi seorang programmer game memang memiliki tantangan tersendiri. Baik dari sisi pengolahan grafis, dan unsur AI.

“Tantangannya cukup beragam, namun senang bisa berkreasi didunia digital, menambah wawasan pengalaman dan keahlian,” ungkapnya. Baginya, pameran ini bukan sekadar unjuk karya, Ini adalah integrasi antara keahlian teknis dan jiwa intrepeneur.

“Tantangan terbesarnya adalah bagaimana membuat game yang menarik, banyak disukai semua orang, namun aman dan mendidik,” ucapnya.

Dari keseluruhan karya yang yang dipamerkan, sebelumnya telah melalui proses riset dan pengembangan, memastikan bahwa karya siswa memiliki nilai guna, sehat, dan edukatif bagi penggunanya.

Pihak sekolah tidak hanya ingin lulusan nanti menjadi pekerja, tapi juga menjadi pencipta lapangan kerja. Pameran ini adalah test drive bagi inovasi mereka sebelum benar-benar terjun ke industri atau membangun startup mereka sendiri.

Melalui kegiatan ini, SMKN 1 Sanden membuktikan bahwa pendidikan vokasi bagian dari teknik informatika, adalah kunci dalam mencetak generasi emas yang mandiri, inovatif, dan siap menghadapi tantangan ekonomi global.

Joko Pramono

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *