Pekalongan, KabarTerkiniNews.co.id – Seorang remaja berusia 15 tahun meninggal dunia setelah menjadi korban amukan massa, sementara tiga remaja lainnya harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Peristiwa tragis mengguncang wilayah Ambokembang, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jumat (9/10/2026) dini hari.
Korban meninggal diketahui bernama Reza Febriansyah (15), warga Pringrejo, Kota Pekalongan. Ia sempat dilarikan ke RSI Pekajangan, tetapi nyawanya tidak berhasil diselamatkan akibat luka serius yang dialaminya.
Peristiwa ini menjadi sorotan setelah video amatir yang memperlihatkan sejumlah remaja tergeletak di sekitar lokasi kejadian beredar di media sosial.
Namun, di balik video yang mengundang perhatian publik tersebut, polisi masih harus mengungkap secara utuh kronologi kejadian, termasuk penyebab bentrokan dan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam pengeroyokan.Dugaan bahwa para remaja tersebut merupakan anggota geng motor juga masih dalam penyelidikan kepolisian.
Motor PCX Merah Terjatuh, Dua Remaja Jadi Sasaran Amukan Massa
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika rombongan sepeda motor melaju dari arah utara dengan kecepatan tinggi.
Di sekitar kawasan Pospay, sebelah selatan RSI Pekajangan, sebuah sepeda motor Honda PCX berwarna merah yang ditumpangi dua orang dilaporkan terjatuh setelah menabrak gerobak sate dan tiang di sekitar lokasi.
Situasi kemudian berubah menjadi insiden kekerasan. Pengendara dan penumpang sepeda motor tersebut dilaporkan menjadi sasaran amukan warga hingga keduanya tidak sadarkan diri.
Sementara itu, dua sepeda motor Honda PCX lainnya yang masing-masing ditumpangi dua orang disebut berhasil melarikan diri dari lokasi kejadian. Belum diketahui secara pasti apa yang memicu warga melakukan penyerangan terhadap kedua remaja tersebut.
Polisi masih mendalami rangkaian peristiwa untuk memastikan penyebab kejadian serta mengidentifikasi orang-orang yang diduga terlibat.
Korban Mengalami Cedera Kepala Berat dan Patah Tulang
Reza Febriansyah menjadi korban meninggal dunia dalam insiden tersebut. Berdasarkan keterangan dokter RSI Pekajangan, dr. Safira Riskiyana, korban mengalami luka serius yang diduga berkaitan dengan benturan benda tumpul. Cedera berat ditemukan pada bagian kepala, disertai perdarahan dari telinga kanan.
Korban juga mengalami patah tulang pada paha kanan. “Jadi di kepala itu kemungkinan ada patah di bagian tulang kepalanya, sehingga masih keluar banyak darah dari bagian telinga sebelah kanan. Kemudian ada cedera berat dari kepalanya,” jelas dr. Safira.
Kondisi korban yang mengalami cedera serius membuat penanganan medis tidak mampu menyelamatkan nyawanya.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kekerasan massa dapat berujung pada konsekuensi fatal, terlebih ketika pihak-pihak yang terlibat melakukan tindakan main hakim sendiri tanpa mengetahui secara utuh duduk persoalan.
Satu Korban Lainnya Dilaporkan Kritis
Selain Reza, seorang remaja lainnya juga mendapatkan penanganan di instalasi gawat darurat (IGD) RSI Pekajangan. Menurut dr. Safira, korban masih menjalani pemeriksaan dan observasi medis.
Kondisinya dilaporkan kritis dengan tingkat kesadaran yang mulai menurun. “Kalau yang di IGD itu sekarang masih tahap pemeriksaan dan observasi. Kesadarannya juga sudah mulai menurun, kemungkinan juga ada cedera kepala karena masih keluar darah terus dari bagian hidung.
Kondisinya sekarang masih kritis,” ungkapnya. Sementara itu, dua korban lainnya mendapatkan penanganan medis di RSUD Kajen. Humas RSUD Kajen, Hanung, menyampaikan bahwa kedua korban mengalami cedera kepala ringan, luka robek, serta luka lecet.
Pada saat memberikan keterangan, identitas keduanya belum diketahui. “Cedera kepala ringan, luka robek, luka lecet. Sementara belum ada identitas,” ungkap Hanung melalui pesan singkat.
Dengan demikian, berdasarkan informasi sementara, insiden di Ambokembang tersebut mengakibatkan satu remaja meninggal dunia dan tiga lainnya menjalani perawatan medis di dua rumah sakit.
Keluarga Terkejut, Reza Masih Duduk di Bangku SMP
Kabar meninggalnya Reza mengejutkan keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Seorang tetangga korban yang ditemui di RSI Pekajangan menyebutkan bahwa Reza masih berstatus sebagai pelajar kelas IX atau kelas 3 SMP Negeri 15 Kota Pekalongan.
Kabar duka tersebut menjadi pukulan berat bagi keluarga. Remaja yang masih berada pada usia sekolah itu harus kehilangan nyawa dalam sebuah peristiwa kekerasan yang kini tengah diselidiki aparat kepolisian.
Hingga kini, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai aktivitas Reza sebelum kejadian maupun alasan rombongan sepeda motor tersebut melintas di lokasi.
Karena itu, dugaan mengenai keterlibatan korban dalam aktivitas geng motor tidak dapat dianggap sebagai fakta sebelum penyelidikan kepolisian memberikan kejelasan.
Polisi Turun ke Lokasi, Saksi dan Barang Bukti Dikumpulkan
Kasi Humas Polres Pekalongan, Iptu Suwarti, mengatakan bahwa petugas langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut.
Polisi melakukan langkah awal penyelidikan dengan meminta keterangan sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
“Polres Pekalongan begitu mendapat laporan langsung merapat ke lokasi, langsung mencari keterangan saksi-saksi dan mengumpulkan barang bukti. Saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” ujar Iptu Wartiprakoso, sebagaimana dikutip dalam keterangan yang disampaikan.
Penyelidikan masih difokuskan pada pengungkapan kronologi kejadian, penyebab jatuhnya sepeda motor, serta dugaan pengeroyokan yang mengakibatkan seorang remaja meninggal dunia dan tiga lainnya terluka.
Polisi juga perlu memastikan identitas orang-orang yang berada di lokasi dan menelusuri keberadaan rombongan sepeda motor lain yang dilaporkan meninggalkan tempat kejadian.
Main Hakim Sendiri Bisa Berujung Pidana
Kasus ini kembali menyoroti bahaya tindakan main hakim sendiri di tengah masyarakat. Dugaan pelanggaran yang dilakukan seseorang tidak dapat dijadikan pembenaran untuk melakukan kekerasan secara bersama-sama.
Setiap dugaan tindak pidana harus ditangani melalui proses hukum, bukan dengan aksi massa yang berpotensi mengakibatkan luka berat, bahkan hilangnya nyawa.
Di sisi lain, dugaan keterlibatan korban dalam kelompok geng motor juga harus dibuktikan melalui penyelidikan yang objektif.
Status seseorang sebagai terduga pelaku pelanggaran tidak menghapus haknya atas perlindungan hukum. Hingga berita ini ditulis, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
Belum ada kesimpulan resmi mengenai pemicu utama kejadian maupun pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kekerasan yang terjadi di Ambokembang.
Satu remaja telah meninggal dunia, sementara tiga lainnya masih harus menjalani pemulihan. Kini, publik menanti pengungkapan kasus ini secara terang benderang agar penyebab tragedi tersebut dapat diketahui dan pihak yang terbukti bertanggung jawab diproses sesuai hukum.
Kermit





