Pemerintah Salurkan Bantuan Stimulan Sosial Pascabencana Kabupaten Tanah Datar

Tanah Datar, KabarTerkiniNews.coid –  Pemerintah melalui Direktorat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sosial, Ekonomi dan Lingkungan Hidup (RRSELH) bersama dengan LPPM Universitas Andalas menyalurkan bantuan tersebut pada Kamis lalu (8/10).

BNPB menyalurkan bantuan stimulan sosial senilai Rp150 juta kepada masyarakat terdampak bencana galodo di Tanah Datar, Sumatera Barat. Dukungan ini berupa barang dan peralatan.

Bacaan Lainnya

Bantuan tersebut dialokasikan untuk mendukung kegiatan pelayanan Posyandu di Nagari Padang Laweh Malalo dan Nagari Sumpur serta di 9 TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) di Nagari Guguak Malalo.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sosial, Ekonomi dan Lingkungan Hidup Luqmanul Hakim menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar atas dukungan dan fasilitasi pelaksanaan kegiatan.

Direktur Luqmanul Hakim menyampaikan, bantuan stimulan merupakan bagian dari upaya pemulihan yang lebih luas, melalui kegiatan pendampingan masyarakat dan kajian kebutuhan sebagai aspek utama untuk mengidentifikasi intervensi yang tepat.

“Pemulihan pascabencana tidak boleh hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga harus menyentuh aspek kemanusiaan dan sosial masyarakat,” ujar Direktur RRSEL BNPB.

Lebih lanjut, Luqmanul Hakim menambahkan, intervensi modal sosial melalui pendampingan yang diberikan diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat serta mendorong pemulihan kehidupan sosial yang terdampak bencana.

Ia juga berharap kegiatan pemulihan sosial di Kabupaten Tanah Datar dapat direplikasi untuk menjangkau kelompok masyarakat lain yang memiliki kondisi dan kebutuhan serupa sehingga intervensi pemulihan sosial dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan.

Bantuan rehabilitasi dan rekosntruksi tersebut disalurkan kepada masyarakat setelah bencana banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.

Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat modal sosial masyarakat sekaligus memulihkan layanan kesehatan dan aktivitas keagamaan pascabencana agar dapat berlangsung lebih baik, aman, dan berkelanjutan.

Redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *