Klaten, KabarTerkiniNews.co.id – Ratusan siswa SDIT Al Furqoon Klaten melaksanakan salat istisqa di halaman sekolah, Klaten Utara.
Kegiatan diselenggarakan sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau yang berkepanjangan.
“Melalui kegiatan ini seluruh warga sekolah berharap kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah dapat segera berakhir, segera turun hujan sehingga kebutuhan air masyarakat kembali terpenuhi dan risiko kebakaran hutan maupun lahan dapat berkurang,” ungkap Kepala sekolah SDIT Al Furqoon Klaten, Agung Widodo Selasa (13/10) siang.
Pelaksanaan salat istisqa, terang Agung, tidak hanya menjadi sarana pembiasaan ibadah. Akan tetapi juga bagian dari pendidikan karakter Islami bagi para siswa.
“Ini bagian dari pendidikan karakter Islami bagi para siswa. Mereka diajak memahami bahwa manusia merupakan makhluk Allah yang memiliki keterbatasan dan senantiasa membutuhkan pertolongan-Nya,” jelas Agung.
Selain itu, lanjut Agung, kegiatan sekaligus untuk menanamkan nilai keimanan dan ketakwaan, sikap rendah hati, kesabaran, serta kesadaran untuk senantiasa berdoa dan bersyukur atas nikmat alam yang diberikan Allah SWT. Kegiatan tersebut juga selaras dengan tujuan pembelajaran mendalam.
“Selaras dengan tujuan pembelajaran mendalam yaitu menghadirkan proses belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Melalui pengalaman nyata ini, siswa tidak sekadar mempelajari tata cara salat istisqa, tetapi juga diajak merefleksikan hubungan antara manusia, lingkungan, dan tanggung jawab menjaga kelestarian alam,” papar Agung.
Agung menambahkan, pembelajaran menjadi lebih bermakna ketika nilai-nilai agama dihubungkan dengan persoalan kehidupan sehari-hari, seperti kelangkaan air, kekeringan, dan ancaman kebakaran hutan.
Dengan demikian, siswa diharapkan mampu mengembangkan kepedulian, penalaran kritis, serta kesadaran untuk mengambil tindakan positif sesuai usia mereka.
” Melalui kegiatan ini, SDIT Al Furqoon Klaten berharap tumbuh generasi yang tidak hanya kuat dalam keimanan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Semangat salat istisqa diharapkan dapat dilanjutkan dengan perilaku nyata, seperti menghemat penggunaan air, menjaga kebersihan lingkungan, merawat tanaman, dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu kebakaran,” sambung Agung.
“Pendidikan melalui pengalaman langsung ini menjadi wujud upaya sekolah dalam membentuk siswa yang berakhlak mulia, mandiri, dan mampu menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.
Sementara itu di Desa Pogung, Kecamatan Cawas, sebuah komunitas membagikan air mineral siap minum gratis. Sebanyak 3.500 liter air dibagikan.
” Kita melakukan distribusi air siap minum, atau air mineral kepada warga terdampak kekeringan. Jumlah sekitar 3.500 liter siap konsumsi, siap minum, ” jelas, Riza Nur Syarifuddin kepada wartawan.
Menurut Riza, kekeringan di Klaten mengundang pihaknya ikut prihatin. Jika elemen lain sudah mengirim air dalam tangki, pihaknya memilih mengirim air siap minum.
” Air siap minum ini lebih efisien dan lebih terjamin, kita pilih air yang sudah disterilisasi. Rencana kita di wilayah Kabupaten Klaten dan sekitarnya,” imbuh Riza.
Prabowo Aji





