KARANGANYAR, KabarTerkiniNews.co.id – Upaya mewujudkan Karanganyar bebas jeglongan atau jalan berlubang membutuhkan sinergi berbagai pihak. Pemerintah daerah, dukungan anggaran pemerintah pusat dan provinsi, serta partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Di tingkat kabupaten, Bupati Karanganyar Rober Christanto bersama Wakil Bupati Adhe Eliana menjadikan perbaikan jalan sebagai salah satu prioritas pemerintahan. Sementara itu, dukungan anggaran melalui pemerintah pusat turut diperjuangkan anggota DPR RI, Dolfie Othniel Frederic Palit (Dolfie OFP).
Dalam peresmian pemanfaatan Jalan MGR Sugiyopranoto yang menghubungkan Popongan dan Gayamdompo, Kecamatan Karanganyar, pada Oktober 2026, disampaikan dukungan anggaran sekitar Rp49 miliar untuk penanganan sepuluh ruas jalan pada 2026.
Bupati Rober Christanto menyebut dukungan tersebut membantu pemerintah daerah memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur di tengah keterbatasan anggaran.
Untuk 2027, Karanganyar berpeluang memperoleh tambahan anggaran sebesar Rp63,91 miliar bagi pembangunan delapan ruas jalan. Namun, nilai tersebut belum final karena masih menunggu pembahasan usulan program dengan Kementerian Pekerjaan Umum.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPU PR) Karanganyar, Asihno Purwadi, sebelumnya menyampaikan bahwa kondisi jalan kabupaten dalam kategori mantap pada 2026 mencapai sekitar 80 persen. Artinya, masih ada sekitar 20 persen yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Gotong Royong Warga Munggur Siapkan Pengaspalan Jalan
Sinergi pembangunan infrastruktur tidak hanya berlangsung melalui program pemerintah dan dukungan anggaran. Partisipasi masyarakat juga terlihat di Desa Munggur, Kecamatan Mojogedang.
Pada Jumat, 9 Oktober 2026, warga RT 04 dan RT 05 RW 03 Desa Munggur bergotong royong mempersiapkan pengaspalan jalan lingkungan sepanjang kurang lebih 870 meter dengan lebar rata-rata 2,7 meter.
Warga membersihkan badan jalan, mengelupas lapisan aspal lama, serta merapikan permukaan yang akan menjadi lokasi pengaspalan. Kerja bakti tersebut dilakukan agar proses pekerjaan selanjutnya dapat berjalan lebih lancar.
Kepala Dusun Munggur, Helmi Setiawan, mengapresiasi keterlibatan warga dalam persiapan pembangunan. Menurutnya, pembangunan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kebersamaan masyarakat.
Ketua RT 05/RW 03, Rafi Rahmad Istianto, juga menyampaikan bahwa warga menyambut baik bantuan pengaspalan tersebut. Jalan yang lebih baik diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan akses sekaligus mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Bantuan pengaspalan jalan di Munggur itu berasal dari aspirasi hasil reses DPRD Provinsi Jawa Tengah melalui Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto.
Keterlibatan warga dalam mempersiapkan jalan menjadi contoh bahwa pembangunan infrastruktur dapat didukung melalui partisipasi langsung masyarakat, selain pendanaan dan pelaksanaan program pemerintah.
Menjaga Target Bebas Jeglongan
Sebelumnya, laporan mencatat kondisi jalan mantap di Karanganyar mencapai 87 persen, dengan 13 persen sisanya mengalami kerusakan. Data tersebut merupakan kondisi pada saat Rober Christanto masih menjabat sebagai Wakil Bupato Karanganyar , yang kemudian dilanjutkan sewaktu Rober Christanto dan Adhe Eliana dilantik sebagai bupati dan wakil bupati pada 20 Februari 2025.
Angka jalan mantap tidak sepenuhnya sama dengan indikator jalan bebas lubang. Karena itu, perkembangan program bebas jeglongan perlu dilihat melalui data terbaru mengenai kondisi jalan, hasil penanganan, serta ruas yang masih membutuhkan perbaikan.
Dukungan anggaran sekitar Rp49 miliar pada 2026, peluang tambahan Rp63,91 miliar pada 2027, serta bantuan pengaspalan melalui aspirasi DPRD Provinsi Jawa Tengah menunjukkan adanya sejumlah jalur dukungan untuk pembangunan infrastruktur di Karanganyar.
Tantangan berikutnya adalah memastikan program tersebut tepat sasaran, kualitas pekerjaan terjaga, dan ruas jalan yang paling membutuhkan penanganan memperoleh prioritas.
Dengan kolaborasi pemerintah, wakil rakyat, dan masyarakat, upaya mewujudkan Karanganyar bebas jeglongan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi mobilitas warga serta kelancaran kegiatan ekonomi di berbagai wilayah.
Heru Warsito ,KabarTerkiniNews.co.id





