Magelang, KabarTerkiniNews.co.id – BULOG komitmen dalam mendekatkan akses pangan kepada masyarakat sekaligus mendukung penguatan infrastruktur pelayanan pangan dan ekonomi kerakyatan hingga tingkat desa dan kelurahan.
Dukungan tersebut ditinjau melalui pemantauan enam titik KDKMP di Kabupaten Magelang pada Kamis (15/10), yakni KDKMP Ngargogondo, Tuksongo, Borobudur, Wringinputih, Kembanglimus, dan Tanjung Muntilan.
Perum BULOG terus memperkuat dukungannya terhadap operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui penyediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta pemanfaatan koperasi sebagai salah satu titik serah Bantuan Pangan.
Kegiatan ini melibatkan Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Farida Farichah, bersama Direktur Pemasaran Perum BULOG, Rahmanto Amin Jatmiko, untuk melihat kesiapan koperasi dalam mendukung pelayanan dan distribusi kebutuhan pokok bagi masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan nyata, BULOG telah menuntaskan penyaluran beras SPHP ke 107 titik KDKMP yang tersebar di tujuh provinsi, dengan total volume mencapai 53.500 kilogram atau 53,5 ton beras, setara dengan 10.700 kemasan ukuran 5 kilogram dan penyaluran tersebut telah terealisasi 100 persen.
Realisasi penyaluran tersebut tersebar di Jawa Tengah sebanyak 47 KDKMP, Jawa Timur 42 KDKMP, Lampung 5 KDKMP, DKI Jakarta 4 KDKMP, Jawa Barat 4 KDKMP, Sumatera Selatan 4 KDKMP, dan Banten 1 KDKMP. Capaian ini menjadi langkah awal dalam memperluas jangkauan distribusi beras SPHP melalui jaringan koperasi yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menyampaikan bahwa operasionalisasi KDKMP perlu didukung melalui kolaborasi lintas sektor agar koperasi mampu menjalankan perannya secara optimal
“Kami melihat BULOG telah memberikan dukungan penuh terhadap operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, khususnya dalam memastikan ketersediaan pasokan pangan melalui beras SPHP. Dukungan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat peran koperasi agar dapat melayani kebutuhan masyarakat secara optimal. Ke depan, kami berharap sinergi antara Kementerian Koperasi dan BULOG terus diperkuat, sehingga KDKMP dapat berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok,” ujar Wakil Menteri Koperasi.
Sejalan dengan hal tersebut, BULOG secara paralel tengah melanjutkan proses pemenuhan kebutuhan beras SPHP untuk 1.250 titik KDKMP, yang selanjutnya ditargetkan dapat diperluas secara bertahap hingga 8.000 titik.
Perluasan ini dilaksanakan dengan mempertimbangkan kesiapan operasional koperasi, ketersediaan infrastruktur pendukung, serta ketentuan penugasan pemerintah, sehingga distribusi pangan dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak wilayah.
Direktur Pemasaran Perum BULOG Rahmanto Amin Jatmiko menegaskan bahwa BULOG siap mendukung kebutuhan pangan KDKMP melalui penyediaan beras SPHP sesuai kebutuhan dan ketentuan penugasan pemerintah.
“BULOG memberikan dukungan penuh terhadap operasionalisasi KDKMP. Saat ini, kami telah merealisasikan penyaluran beras SPHP di 107 titik KDKMP dan terus melanjutkan pemenuhan kebutuhan di 1.250 titik, dengan target perluasan secara bertahap hingga 8.000 titik. Kami ingin memastikan KDKMP mendapatkan dukungan pasokan pangan yang dibutuhkan agar dapat beroperasi dengan baik dan menjadi bagian dari jaringan distribusi pangan nasional,” ujar Direktur Pemasaran Perum BULOG.
Tidak hanya memperkuat distribusi beras SPHP, BULOG juga mendukung pemanfaatan KDKMP sebagai salah satu titik serah program Bantuan Pangan.
Hingga 13 Oktober 2026, sebanyak 28 KDKMP di lima provinsi telah terealisasi sebagai lokasi penyerahan bantuan kepada masyarakat penerima manfaat.
Jumlah tersebut terdiri atas 16 titik di Jawa Timur, lima titik di Jawa Barat, empat titik di Jawa Tengah, dua titik di Daerah Istimewa Yogyakarta, serta satu titik di Sulawesi Selatan.
Melalui pemanfaatan KDKMP sebagai titik serah Bantuan Pangan, BULOG berupaya semakin mendekatkan pelayanan kepada masyarakat tanpa mengesampingkan aspek ketepatan sasaran.
Setiap proses penyerahan tetap dilakukan melalui verifikasi identitas dan kesesuaian data penerima manfaat sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang berhak.
Dalam mendukung keberlanjutan program tersebut, BULOG terus berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional, PT Agrinas Pangan Nusantara, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan lainnya guna memastikan kelancaran pasokan, distribusi, serta pelayanan di lapangan.
Sinergi ini menjadi bagian penting dalam memperkuat KDKMP sebagai jaringan distribusi kebutuhan pokok yang terintegrasi dengan program pangan pemerintah.
Melalui perluasan penyaluran beras SPHP dan pemanfaatan KDKMP sebagai titik serah Bantuan Pangan, Perum BULOG berkomitmen menjadikan koperasi sebagai mitra strategis dalam menghadirkan pelayanan pangan yang semakin mudah dijangkau masyarakat.
Kehadiran BULOG melalui jaringan KDKMP diharapkan mampu memperkuat ketersediaan pangan, memperluas akses masyarakat terhadap beras dengan harga terjangkau, sekaligus mendorong pertumbuhan kegiatan ekonomi kerakyatan di berbagai daerah.
Nurul Abadi





