BATANG – Misteri penemuan jasad wanita di kawasan hutan pegunungan Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menggegerkan warga Desa Kembanglangit, Kecamatan Blado, Sabtu (17/10/2026) petang. Jenazah yang ditemukan di aliran Sungai Genting itu sudah dalam kondisi membusuk, sehingga identitas korban belum berhasil diketahui. Lokasi penemuan yang berada jauh dari permukiman warga menambah tanda tanya terkait asal-usul korban. Terlebih, berdasarkan pemeriksaan sementara kepolisian, wanita tersebut diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari tiga minggu sebelum ditemukan. Hingga kini, polisi masih berupaya mengungkap identitas korban melalui pemeriksaan lebih lanjut.
Ditemukan di Sungai Kawasan Hutan Pegunungan
Penemuan jasad tersebut bermula ketika warga mengetahui adanya jenazah di aliran Sungai Genting, kawasan Desa Kembanglangit, Kecamatan Blado. Lokasi penemuan berada di wilayah pegunungan yang dikelilingi kawasan hutan dan relatif jauh dari permukiman penduduk. Petugas yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan dan mengevakuasi jenazah dengan bantuan warga setempat.
Kondisi jasad yang telah membusuk membuat proses pengenalan korban tidak mudah. Warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan juga mengaku tidak mengenali jenazah tersebut. Penemuan ini kemudian ditangani aparat kepolisian untuk memastikan identitas korban sekaligus mendalami berbagai kemungkinan terkait peristiwa tersebut.
Sidik Jari Rusak, Identitas Korban Belum Terungkap
Kasat Reskrim Polresta Batang, Kompol Bintoro Thio Pratama, menyampaikan bahwa identitas korban belum berhasil dipastikan karena kondisi sidik jari yang sudah rusak. “Berdasarkan pemeriksaan sementara, korban diduga telah meninggal dunia lebih dari tiga minggu sebelum jasadnya ditemukan. Meski identitasnya masih misterius, polisi telah mengantongi sejumlah ciri fisik yang diharapkan dapat membantu proses identifikasi. Korban diketahui berjenis kelamin perempuan, memiliki tinggi badan sekitar 150 sentimeter, diperkirakan berusia antara 40 hingga 50 tahun, serta mempunyai rambut lurus sebahu.” Ujarnya Ciri-ciri tersebut menjadi salah satu petunjuk penting bagi penyidik untuk menelusuri identitas korban, terutama dengan mencocokkannya terhadap laporan orang hilang.
Polisi Ungkap Ciri Pakaian yang Dikenakan Korban
Selain ciri fisik, polisi juga mengamankan informasi mengenai pakaian yang dikenakan korban saat ditemukan. Korban diketahui mengenakan kaus berlengan pendek berwarna abu-abu tua dengan bagian berwarna biru, serta celana kulot berwarna putih. Informasi mengenai pakaian tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau kerabat dengan ciri-ciri serupa. Polisi mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai identitas maupun penyebab kematian korban sebelum hasil pemeriksaan resmi diperoleh.
Jenazah Masih di RSUD Kalisari Batang
Saat ini, jenazah wanita tersebut masih berada di kamar jenazah RSUD Kalisari Batang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian masih berupaya mengungkap identitas korban. Informasi dari masyarakat dinilai dapat membantu proses pencocokan data, khususnya apabila terdapat anggota keluarga yang telah lama tidak diketahui keberadaannya. Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut diminta segera menghubungi kantor kepolisian terdekat atau Polresta Batang. Penemuan jasad di kawasan pegunungan Blado ini menyisakan sejumlah pertanyaan yang belum terjawab. Siapa sosok wanita tersebut, dari mana asalnya, dan bagaimana ia bisa ditemukan di aliran sungai yang jauh dari permukiman? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu masih menunggu hasil identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Reporter : Kermit Slater , Video Editor : Heru Warsito





