BOYOLALI, KABAR TERKINI NEWS – Kemarau panjang yang menyebabkan menyusutnya muka air Waduk Cengklik, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menghadirkan pemandangan tak biasa. Hamparan daratan yang ditumbuhi rumput hijau menyerupai sabana kini menjadi daya tarik wisata dadakan bagi masyarakat.
Kawasan yang dikenal dengan sebutan Sabana Sunset Waduk Cengklik tersebut ramai dikunjungi warga, terutama pada sore hari. Selain menikmati suasana alam, pengunjung datang untuk berfoto, bersantai bersama keluarga, memancing, hingga berburu pemandangan matahari terbenam.
Keunikan lanskap Waduk Cengklik ini juga menarik perhatian pengunjung dari luar daerah. Sebagian mengaku mengetahui keberadaan sabana tersebut melalui media sosial, termasuk TikTok.
Salah seorang pengunjung, Dita, mengaku penasaran setelah melihat pemandangan Waduk Cengklik yang mengering di media sosial.
“Taunya dari TikTok, ramainya ya ramai banget. Karena musim kemarau jadi mengering, jadi kayak sabananya itu bagus banget,” ujarnya.
Pengunjung lainnya, Nanda, mengatakan dirinya datang untuk melihat langsung fenomena tersebut. Ia menilai suasana dan sejumlah titik yang bisa digunakan untuk menikmati pemandangan menjadi daya tarik tersendiri.
Surutnya Air Memunculkan Hamparan Sabana
Fenomena sabana dadakan ini muncul seiring menyusutnya muka air Waduk Cengklik selama musim kemarau. Daratan di sekitar tepian waduk semakin terbuka, sementara sebagian area yang mengering ditumbuhi rerumputan hijau sehingga menghadirkan pemandangan menyerupai sabana.
Waduk Cengklik berada di wilayah Kecamatan Ngemplak dan Sambi, Kabupaten Boyolali. Dalam kondisi cuaca cerah, pengunjung dapat menikmati matahari terbenam dengan latar Gunung Merapi dan Merbabu di sisi barat.
Untuk mencapai lokasi sabana, pengunjung perlu melintasi jalan di kawasan pematang sawah menggunakan sepeda motor. Karena itu, pengunjung perlu memperhatikan kondisi jalur dan berhati-hati selama perjalanan maupun ketika beraktivitas di sekitar waduk.
Penyusutan muka air Waduk Cengklik dilaporkan telah berlangsung selama kurang lebih lima bulan terakhir. Besaran penurunan muka air disebut mencapai lebih dari 50 persen. Namun, angka tersebut perlu merujuk pada data pengukuran atau keterangan resmi pengelola waduk agar kondisi terkini dapat dipastikan.
Di sejumlah titik, sisa tumbuhan eceng gondok masih terlihat di area yang airnya menyusut. Sebagian daratan yang mengering juga mulai dimanfaatkan warga sekitar sebagai lahan pertanian.
Membuka Peluang Rezeki bagi Pedagang
Ramainya pengunjung tidak hanya menghadirkan alternatif rekreasi bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha bagi pedagang di sekitar kawasan waduk.
Sejumlah pedagang menjajakan makanan dan minuman untuk melayani pengunjung yang datang menikmati suasana sore. Fenomena ini menunjukkan bahwa perubahan lanskap akibat musim kemarau dapat memunculkan aktivitas ekonomi baru di tingkat lokal.
Meski demikian, daya tarik wisata tersebut tetap perlu diimbangi dengan perhatian terhadap kondisi lingkungan dan fungsi Waduk Cengklik. Penyusutan air merupakan bagian penting dari kondisi waduk yang perlu dipahami secara menyeluruh, bukan semata-mata dilihat sebagai munculnya destinasi wisata baru.
Pengunjung diimbau menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, serta berhati-hati ketika berada di dasar waduk yang mengering. Kondisi tanah dan akses di sekitar waduk dapat berubah, sehingga aktivitas wisata perlu dilakukan dengan memperhatikan keselamatan.
Fenomena Sabana Sunset Waduk Cengklik menjadi sisi lain dari musim kemarau di Boyolali. Ketika air menyusut dan hamparan rumput mulai terlihat, pemandangan yang tidak biasa itu menarik perhatian masyarakat sekaligus membuka peluang rezeki bagi warga sekitar.
Repcam: Ahza Irvani. Editor: Heru Warsito





