SRAGEN, KABAR TERKINI NEWS – Petani di Desa Tangkil, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, menghadapi penurunan hasil panen pada musim tanam ketiga atau MT III akibat serangan hama sundep. Meski demikian, tingginya harga gabah basah yang mencapai Rp8.000 per kilogram menjadi penopang pendapatan petani di tengah ancaman penurunan produktivitas.
Dari total luas lahan pertanian sekitar 386 hektare di Desa Tangkil, kurang lebih lima hektare dilaporkan terdampak serangan hama sundep. Serangan tersebut menyebabkan hasil panen sebagian petani menurun dibandingkan kondisi normal.
Hama sundep merupakan salah satu gangguan pada tanaman padi yang berkaitan dengan serangan penggerek batang. Pada fase vegetatif, serangan dapat menyebabkan pucuk atau titik tumbuh tanaman mengering sehingga tidak menghasilkan anakan produktif secara optimal.
Dampaknya dirasakan petani di Tangkil. Jika dalam kondisi normal satu patok lahan seluas 3.300 meter persegi mampu menghasilkan sekitar 2,5 ton gabah, hasil panen pada lahan yang terserang hama kini hanya sekitar 1,5 ton.
Artinya, terdapat penurunan produksi sekitar satu ton gabah per patok atau kurang lebih 40 persen dibandingkan hasil normal.
Harga Gabah Tinggi Menahan Penurunan Pendapatan
Di tengah penurunan produksi, harga gabah basah yang mencapai Rp8.000 per kilogram menjadi faktor penting bagi pendapatan petani.
Berdasarkan perhitungan dalam data yang disampaikan, hasil panen sekitar 1,5 ton per patok dengan harga tersebut menghasilkan nilai penjualan sekitar Rp12 juta. Sementara itu, biaya produksi disebut berada di kisaran Rp1,25 juta per patok.
Dengan kondisi tersebut, petani masih berpeluang memperoleh keuntungan meskipun produksi berkurang akibat serangan hama.
Kepala Desa Tangkil, Suyono, menyebut petani tetap bersyukur karena harga gabah masih tinggi. Kondisi harga tersebut membantu menopang pendapatan petani yang hasil panennya tidak maksimal.
Sementara itu, petani yang lahannya tidak mengalami gangguan berarti dan dapat memanen secara normal disebut mampu memperoleh hasil bersih hingga Rp22 juta per patok.
Perbedaan hasil tersebut menunjukkan bahwa tingginya harga gabah dapat membantu menahan dampak penurunan produksi. Namun, besarnya keuntungan tetap bergantung pada hasil panen, harga jual aktual, serta keseluruhan biaya usaha tani.
Pengendalian Hama Tetap Diperlukan
Meski harga gabah memberikan dukungan terhadap pendapatan petani, serangan hama tetap menjadi persoalan yang perlu diantisipasi. Penurunan produksi dapat mengurangi keuntungan apabila serangan meluas atau harga gabah mengalami penurunan pada musim panen berikutnya.
Pengamatan kondisi tanaman secara berkala, pengenalan gejala serangan sejak dini, serta pengendalian hama sesuai rekomendasi petugas pertanian menjadi langkah penting untuk menjaga produktivitas.
Petani juga perlu menyesuaikan penanganan dengan kondisi tanaman dan tingkat serangan agar pengendalian dilakukan secara tepat.
Panen MT III di Desa Tangkil memperlihatkan dua sisi kondisi pertanian. Di satu sisi, serangan hama sundep menekan hasil produksi. Di sisi lain, harga gabah yang relatif tinggi membantu menjaga pendapatan petani.
Ke depan, menjaga produktivitas melalui pengendalian hama dan mempertahankan nilai jual hasil panen menjadi tantangan penting agar usaha tani tetap memberikan keuntungan secara berkelanjutan.
Repam/Editor : Heru Warsito





