SUKOHARJO, Kabar Terkini News.co.id – Hipertensi atau tekanan darah tinggi kini tidak hanya menjadi ancaman bagi kelompok lanjut usia. Sejumlah pelajar tingkat SMP dan SMA di Kabupaten Sukoharjo ditemukan memiliki tekanan darah tinggi berdasarkan hasil skrining kesehatan yang dilakukan Puskesmas Bendosari.
Temuan tersebut menjadi perhatian serius tenaga kesehatan, mengingat hipertensi kerap tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Kondisi ini membuat seseorang bisa saja mengalami tekanan darah tinggi tanpa menyadarinya.
Puskesmas Bendosari mengingatkan pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan tekanan darah secara berkala, termasuk bagi kalangan remaja yang merasa sehat dan tidak memiliki keluhan.
Salah satu faktor yang perlu diwaspadai adalah faktor keturunan atau genetik. Karena itu, riwayat hipertensi dalam keluarga perlu menjadi perhatian dalam upaya mengenali risiko sejak dini.
Dokter Puskesmas Bendosari, dr. Najib Rendra Mukti, menjelaskan bahwa hipertensi pada usia remaja perlu ditangani sedini mungkin agar tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius ketika mereka memasuki usia dewasa.
Program OKE PASTI Perkuat Penanganan Hipertensi
Sebagai langkah untuk meningkatkan pengendalian hipertensi, Puskesmas Bendosari menjalankan inovasi program OKE PASTI, singkatan dari Optimalisasi Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi.
Program ini berfokus pada peningkatan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan sesuai anjuran tenaga medis. Upaya tersebut dinilai penting untuk membantu mengendalikan tekanan darah dan mengurangi risiko komplikasi.
Dalam pelaksanaannya, petugas kesehatan juga melakukan kunjungan rumah atau home visit kepada pasien yang tidak rutin menjalani pengobatan.
Melalui pendekatan jemput bola tersebut, petugas berupaya menjangkau pasien yang mengalami kendala dalam mengakses layanan kesehatan maupun mereka yang belum disiplin menjalani pengobatan.
Kepala Puskesmas Bendosari, dr. Romdon Nugroho, menekankan pentingnya pengendalian hipertensi melalui pencegahan dini dan kepatuhan menjalani pengobatan.
Hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko komplikasi serius, termasuk gangguan ginjal. Penanganan yang terlambat juga berpotensi meningkatkan beban biaya pengobatan bagi pasien dan keluarga.
Skrining dan Edukasi Kesehatan Digencarkan di Sekolah
Selain memperkuat pengobatan bagi pasien yang telah terdiagnosis, Puskesmas Bendosari juga mendorong upaya promotif dan preventif melalui skrining serta edukasi kesehatan di sekolah-sekolah.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pelajar mengenai pentingnya menjaga kesehatan, mengenali faktor risiko hipertensi, dan melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala.
Pemeriksaan sejak dini menjadi salah satu upaya penting untuk mendeteksi kemungkinan tekanan darah tinggi sebelum menimbulkan dampak yang lebih serius.
Masyarakat, khususnya orang tua, juga diharapkan lebih memperhatikan kondisi kesehatan anak, terutama apabila terdapat riwayat hipertensi dalam keluarga.
Remaja yang terdeteksi memiliki tekanan darah tinggi perlu mendapatkan evaluasi tenaga kesehatan agar penyebabnya dapat ditelusuri dan penanganannya disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Temuan kasus hipertensi pada pelajar di wilayah Bendosari menjadi pengingat bahwa penyakit tidak menular perlu mendapat perhatian sejak usia muda.
Melalui skrining aktif, edukasi kesehatan, dan program OKE PASTI, Puskesmas Bendosari berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap tekanan darah dan tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan rutin. Deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi dan menjaga kualitas hidup generasi muda di masa depan. ( Repcam : Tio Nusa / Editor : Heru W)





