1.790 Lulusan Poltekkes Kemenkes Surakarta Diwisuda, 98 Persen Raih Predikat Cumlaude

SURAKARTA, KABARTERKININEWS.CO.ID – Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Surakarta mewisuda 1.790 lulusan program Diploma III, Sarjana Terapan, dan Profesi Kesehatan pada Wisuda Periode II Tahun 2026 di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rabu (21/10/2026).

Wisuda tersebut menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk memasuki dunia pengabdian di bidang kesehatan. Selain mencatat jumlah lulusan yang besar, Poltekkes Kemenkes Surakarta juga melaporkan capaian akademik yang menonjol, yakni 98 persen lulusan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas 3,51 dengan predikat cumlaude.

IPK tertinggi pada periode wisuda kali ini mencapai 4,00. Sementara itu, tingkat kelulusan tepat waktu tercatat sebesar 98,78 persen.

Ribuan lulusan tersebut berasal dari 20 program studi yang mencakup tiga jenjang pendidikan, yakni 875 lulusan Diploma III, 550 lulusan Sarjana Terapan, dan 365 lulusan program profesi.

Program profesi meliputi Pendidikan Profesi Bidan, Profesi Ners, dan Profesi Fisioterapi. Adapun program Sarjana Terapan dan Diploma III mencakup berbagai bidang kesehatan, mulai dari keperawatan, kebidanan, fisioterapi, terapi wicara, terapi okupasi, ortotik dan prostetik, hingga akupunktur serta bidang farmasi.

Wamenkes Pimpin Pengambilan Sumpah Tenaga Kesehatan

Rangkaian wisuda turut dihadiri Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, bersama Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dr. Yuli Farianti, M.Epid.

Berdasarkan susunan acara, kedua pejabat tersebut dijadwalkan memasuki ruang sidang ketika prosesi wisuda telah berlangsung, sekitar pukul 10.30 WIB. Kehadiran mereka dilanjutkan dengan pembacaan naskah pelantikan serta pengambilan sumpah tenaga kesehatan yang dipimpin oleh Wakil Menteri Kesehatan.

Prosesi pengambilan sumpah berlangsung pada pukul 10.45–10.55 WIB dan dirangkai dengan penandatanganan naskah sumpah. Perwakilan wisudawan dari berbagai agama mengikuti prosesi dengan didampingi rohaniwan masing-masing.

Setelah itu, rangkaian acara dilanjutkan dengan sambutan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

Kehadiran pejabat Kementerian Kesehatan dalam prosesi tersebut menjadi bagian penting dari momentum peralihan para lulusan menuju tanggung jawab profesional sebagai tenaga kesehatan.

Direktur: Wisuda Bukan Akhir, Melainkan Awal Pengabdian

Direktur Poltekkes Kemenkes Surakarta Sudiro, S.Kp., Ners, M.Pd., menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir perjalanan pendidikan, melainkan awal untuk mengabdikan kompetensi kepada masyarakat.

“Hari ini bukanlah akhir, melainkan awal pengabdian untuk memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, beretika, dan berorientasi pada keselamatan pasien,” demikian pesan Sudiro kepada para wisudawan dan wisudawati.

Ia juga mengingatkan para lulusan agar terus belajar, meningkatkan kompetensi, menjunjung tinggi etika profesi, serta menjaga nama baik almamater melalui kontribusi nyata bagi masyarakat.

Sudiro turut menyampaikan apresiasi kepada orang tua dan keluarga yang telah memberikan doa serta dukungan hingga para mahasiswa menyelesaikan pendidikan.

Pesan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tenaga kesehatan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kesiapan lulusan menjalankan profesi secara bertanggung jawab dan mengutamakan keselamatan pasien.

Institusi Berakreditasi Unggul, 17 Program Studi Juga Unggul

Capaian para lulusan tersebut berjalan beriringan dengan prestasi institusi. Berdasarkan Keputusan Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT Nomor 93/SK/BAN-PT/Ak/PT/IV/2026, Poltekkes Kemenkes Surakarta memperoleh akreditasi institusi dengan peringkat Unggul.

Dari 20 program studi yang dimiliki, sebanyak 17 program studi atau 85 persen telah terakreditasi Unggul. Sementara itu, tiga program studi lainnya atau 15 persen memperoleh akreditasi Baik atau Baik Sekali.

Poltekkes Kemenkes Surakarta saat ini memiliki 10 jurusan dengan 20 program studi, terdiri atas 10 program Diploma III, tujuh program Sarjana Terapan, dan tiga program Profesi.

Capaian tersebut menjadi salah satu landasan penting dalam menyiapkan sumber daya manusia kesehatan yang kompeten untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan.

58 Alumni Telah Berkarier di Luar Negeri

Selain mencatat prestasi akademik, Poltekkes Kemenkes Surakarta juga memiliki alumni yang berkarier di tingkat internasional. Hingga 2026, sebanyak 58 alumni tercatat telah bekerja di luar negeri, antara lain di Jepang, Jerman, Belanda, Australia, dan Arab Saudi.

Di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat, sivitas akademika Poltekkes Kemenkes Surakarta juga terlibat dalam berbagai kegiatan strategis, termasuk riset kesehatan, skrining tuberkulosis (TBC), edukasi kesehatan, percepatan penurunan stunting, serta kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan dan mitra internasional.

Institusi tersebut juga memiliki 37 dosen bergelar doktor dan satu guru besar. Sejumlah dosen lainnya masih menempuh pendidikan doktoral di dalam maupun luar negeri.

Berbagai capaian ini menunjukkan bahwa pengembangan pendidikan tenaga kesehatan tidak hanya bertumpu pada proses pembelajaran, tetapi juga didukung penguatan sumber daya manusia, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Lulusan Diharapkan Hadirkan Pelayanan Kesehatan Berkualitas

Sidang Terbuka Senat Wisuda Periode II Tahun 2026 diawali dengan laporan pendidikan direktur, pembacaan surat keputusan kelulusan, serta pengukuhan wisudawan terbaik dari berbagai program studi.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pengalihan tali toga dan penyerahan ijazah kepada para lulusan. Setelah pengambilan sumpah tenaga kesehatan, acara diteruskan dengan pengambilan sumpah profesi yang dipimpin Direktur Poltekkes Kemenkes Surakarta, doa bersama, dan penutupan sidang senat.

Melalui wisuda ini, sebanyak 1.790 lulusan diharapkan dapat membawa kompetensi yang diperoleh selama pendidikan ke dalam praktik pelayanan kesehatan yang profesional, beretika, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Bagi Poltekkes Kemenkes Surakarta, capaian akademik dan akreditasi institusi menjadi modal penting. Tantangan berikutnya adalah memastikan kualitas tersebut tercermin dalam kontribusi nyata para lulusan, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional. ( Her /KTNTV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *