BANTUL, kabarterkininews.co.id – Tingkat konsumsi ikan di Kabupaten Bantul yang masih tergolong rendah memicu kepedulian berbagai pihak. Anggota DPRD Kabupaten Bantul, Yuliana Tumonglo, bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul menggelar program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di berbagai kelompok masyarakat.
Salah satu kegiatan pelatihan digelar di RT 52 Pedukuhan Pucung, Kalurahan Pendowoharjo, Kapanewon Sewon, Bantul, Kamis (22/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, puluhan ibu rumah tangga diajarkan mengolah ikan lele menjadi beragam kudapan bernutrisi tinggi, seperti tahu bakso dan sosis ikan.
Inisiator kegiatan yang juga Anggota DPRD Bantul dari Fraksi Partai Demokrat, Yuliana Tumonglo, mengungkapkan bahwa Gemarikan merupakan program nasional yang harus terus didorong di tingkat daerah.
“Di Bantul ini tingkat konsumsi ikan masih tergolong rendah. Kita coba dongkrak agar masyarakat semakin gemar makan ikan, salah satunya melalui sosialisasi dan pelatihan olahan seperti ini,” ujar Yuliana saat ditemui di lokasi kegiatan.
Yuliana menekankan bahwa pemenuhan gizi dari protein hewani seperti ikan sangat krusial untuk menunjang tumbuh kembang anak, meningkatkan kecerdasan otak, serta menjaga daya tahan tubuh.
“Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya kita dalam mendukung perbaikan kualitas gizi masyarakat dan percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Bantul,” tambah politisi Partai Demokrat tersebut.
Masuk Kerangka Kebijakan Nasional dan Respon DKP Bantul
Langkah edukasi ini juga sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 74 Tahun 2026, yang menempatkan Gemarikan dalam kerangka kebijakan nasional yang terencana, terukur, terkoordinasi, dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, program ini ditargetkan menyasar 29 titik kelompok masyarakat di Bantul.
Pihak DKP Bantul pun menyambut positif inisiatif tersebut. Kepala Bidang Pengolahan, Pemasaran, dan Pengawasan Perikanan DKP Bantul, Susmawati, membeberkan bahwa angka konsumsi ikan di Bantul saat ini masih menempati posisi ketiga terendah dari lima kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berada di bawah Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta.
“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada Ibu Yuliana Tumonglo yang sangat peduli terhadap kesehatan dan kecerdasan anak-anak di Bantul,” tutur Susmawati.
Ia menjelaskan, ada dua alasan utama mengapa tingkat konsumsi ikan di Bantul masih rendah, yakni persepsi harga ikan yang relatif mahal serta keengganan masyarakat mengolah ikan karena banyak duri.
Guna mengatasi kendala tersebut, DKP Bantul berencana mendorong para distributor dan produsen ikan di wilayahnya untuk menyediakan bahan baku berupa daging ikan kemasan siap olah maupun filet.
“Selain edukasi olahan, kita mendorong para penghasil dan distributor ikan untuk menyajikan bahan baku dalam bentuk filet atau kemasan siap olah. Sehingga masyarakat tidak perlu repot lagi memisahkan duri,” jelas Susmawati.
Tanggapan Warga: Ubah Kebiasaan Makan Ikan Keluarga
Pelatihan ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Rosmiyati (46), salah satu peserta pelatihan di Pedukuhan Pucung, mengaku mendapatkan pengetahuan baru yang sangat bermanfaat untuk variasi menu harian keluarga.
“Pelatihan ini sangat penting bagi kami. Kami tidak hanya tahu manfaat makan ikan, tetapi juga punya keterampilan mengolahnya jadi beragam kudapan yang disukai anak-anak, seperti tahu bakso dan sosis,” ungkap Rosmiyati.
Ia berharap kebiasaan mengonsumsi ikan bisa diterapkan secara rutin di lingkungan keluarga, minimal dua kali seminggu, demi melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Repcam : Joko Pramono , Editor Video : Heru Warsito





