Dua Warga Meninggal Dunia, Akibat Tertimbun Tanah Longsor di Lumajang

Lumajang, KabarTerkiniNews.co.id – Dua orang meninggal dunia, warga Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, akibat tanah longsor yang menimbun rumah beserta penghuninya pada Sabtu (31/10) pukul 01.00 WIB.

Hujan lebat memicu tanah longsor yang mengakibatkan rumah yang mereka tempati tertimpa material longsor. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, hujan lebat mengguyur kawasan tersebut pada Jumat (30/10) malam, mulai pukul 20.00 hingga 23.00 WIB.

Bacaan Lainnya

Kondisi lereng yang labil di kawasan rawan longsor menyebabkan material tanah longsor dan menimpa satu rumah warga di RT 22/RW 08. Tak lama kemudian, longsor susulan terjadi dan menimbun rumah beserta penghuninya.

Dua warga yang meninggal dunia merupakan satu keluarga, yakni seorang ayah berusia 40 tahun dan putrinya yang berusia 9 tahun.

Keduanya telah dievakuasi oleh warga setempat dan dimakamkan oleh pihak keluarga. Kerugian material akibat kejadian ini tercatat berupa satu unit rumah rusak sedang.

BPBD Provinsi Jawa Timur bersama Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kabupaten Lumajang telah melakukan penanganan di lokasi kejadian, termasuk pengamanan lokasi, kajian cepat, serta pemberian bantuan awal berupa terpal bagi warga terdampak.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyalurkan santunan duka cita sebesar Rp20.000.000 kepada keluarga korban meninggal dunia. Selain itu, bantuan berupa paket sembako dan material bangunan, seperti semen dan bata, disalurkan untuk mendukung pemulihan pascabencana.

Jika muncul tanda-tanda pergerakan tanah, warga diminta segera menjauh dari area berbahaya dan menuju tempat yang lebih aman.

BNPB menginformasikan bahwa jalur menuju lokasi melalui Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat akibat genangan banjir di beberapa titik. Masyarakat dan tim gabungan yang menuju lokasi dapat menggunakan jalur Probolinggo sebagai alternatif akses.

Mengingat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih ada, BNPB mengimbau warga yang tinggal di lereng dan kawasan rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan berlangsung lama.

Redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *