Pekalongan, KabarTerkiniNews.co.id – Rumah milik Istono (65) warga Dukuh Gandu Kidul, Desa Tengengwetan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, mendadak dilalap si jago merah hingga bangunan beserta seluruh isinya ludes terbakar.
Suara letupan api memecah keheningan dini hari, Rabu (4/11/2026), rumah pensiunan guru ludes terbakar namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kobaran api yang dengan cepat membesar sempat mengancam rumah-rumah warga di sekitarnya. Beruntung, kesigapan warga, aparat kepolisian, dan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pekalongan berhasil menjinakkan api sebelum merembet ke bangunan lainnya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp70 juta.
Kapolsek Sragi AKP Turkhan, S.H., saat dikonfirmasi menjelaskan, berdasarkan keterangan awal saksi, api pertama kali diketahui muncul dari kamar depan yang biasa ditempati korban.
Ironisnya, saat kebakaran terjadi, Istono justru sedang berada di rumah anaknya. Korban diketahui meninggalkan rumah karena merasa gerah atau sumuk.
Tak berselang lama setelah korban pergi, saksi mendengar suara letupan mencurigakan dari dalam rumah. Saat dilakukan pengecekan, api ternyata sudah membesar dan mulai menjalar ke bagian dinding rumah.
“Saksi mendengar suara seperti api yang berletupan dari dalam rumah korban. Setelah dicek, ternyata api sudah membesar dan mulai menjalar ke dinding rumah yang terbuat dari anyaman bambu,” jelas AKP Turkhan.
Melihat kobaran api semakin membesar, saksi langsung berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar pun bergegas mendatangi lokasi untuk membantu memadamkan api.
Namun, material bangunan yang sebagian besar terbuat dari anyaman bambu membuat api dengan cepat merambat. Dalam waktu singkat, kobaran api melahap dinding, atap, hingga seluruh perabotan rumah tangga milik korban.
Situasi semakin mengkhawatirkan lantaran rumah tersebut berada di kawasan permukiman padat penduduk. Jika tidak segera ditangani, api berpotensi menjalar dan membakar rumah-rumah warga lainnya.
Mendapat laporan dari Kepala Desa Tengengwetan, Kapolsek Sragi bersama anggotanya langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Petugas kemudian berkoordinasi dengan Damkar Kabupaten Pekalongan dan masyarakat untuk melakukan upaya pemadaman.
Upaya bersama tersebut akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 03.00 WIB, kobaran api berhasil dipadamkan sepenuhnya.
“Anggota Polsek Sragi bersama petugas pemadam kebakaran dan masyarakat langsung melakukan upaya pemadaman. Alhamdulillah, sekitar pukul 03.00 WIB api berhasil dipadamkan sepenuhnya sehingga tidak sampai merembet ke rumah warga lainnya,” ungkapnya.
DIDUGA DIPICU OBAT NYAMUK BAKAR
Terkait penyebab kebakaran, AKP Turkhan menyebutkan bahwa berdasarkan analisa awal, api diduga berasal dari obat nyamuk bakar yang berada di dalam kamar.
Obat nyamuk tersebut diduga tertiup angin dari kipas angin hingga mengenai benda-benda di sekitarnya dan memicu munculnya api.
Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih mengacu pada keterangan saksi dan pemeriksaan awal di lokasi kejadian.
Peristiwa di Tengengwetan ini menjadi pengingat bahwa kebakaran bisa bermula dari hal kecil yang kerap dianggap sepele. Kelalaian sesaat dapat berujung pada kerugian besar, bahkan mengancam keselamatan penghuni dan lingkungan sekitar.
Atas peristiwa tersebut, AKP Turkhan mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh potensi bahaya dari peralatan maupun benda-benda rumah tangga yang dapat memicu kebakaran.
Ia meminta warga lebih berhati-hati saat menggunakan obat nyamuk bakar, kipas angin, maupun peralatan elektronik lainnya, terutama ketika malam hari saat penghuni rumah sedang beristirahat.
Kermit





