YOGYAKARTA KabarTerkiniNews.co.id– Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdampak pada mobilitas masyarakat menuju Jakarta. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 6 Yogyakarta merespons kondisi tersebut dengan mengoperasikan kereta api tambahan menuju Stasiun Gambir, Jakarta.
Dua perjalanan kereta api tambahan dioperasikan pada Minggu (6/9/2026), masing-masing dengan relasi Yogyakarta-Gambir dan Malang-Gambir yang melintasi Yogyakarta.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan penambahan perjalanan dilakukan untuk mengakomodasi masyarakat yang terdampak gangguan penerbangan akibat penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta.
“Peningkatan pada Minggu (6/9) juga dipengaruhi adanya pengoperasian dua KA tambahan yakni KA Tambahan Yogyakarta-Gambir dan KA Tambahan Malang-Gambir,” ujar Feni.
Dampak penutupan bandara juga terlihat dari meningkatnya jumlah penumpang kereta api di wilayah Daop 6. Pada Minggu (6/9), KAI Daop 6 melayani 51.646 penumpang, naik 12,5 persen dibandingkan Minggu sebelumnya yang tercatat sebanyak 45.883 penumpang.
Dua Kereta Tambahan Menuju Jakarta
Kereta tambahan relasi Yogyakarta-Gambir diberangkatkan dari Stasiun Yogyakarta pada Minggu petang. Sementara kereta tambahan relasi Malang-Gambir berangkat dari Malang pada Minggu malam, kemudian melintas dan singgah di Yogyakarta sebelum melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.
Pada Senin (7/9), KAI Daop 6 kembali menambah satu perjalanan kereta untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat.
Data sementara yang dihimpun KAI pada Senin pagi menunjukkan dua kereta tambahan yang dioperasikan pada Minggu telah digunakan oleh ratusan penumpang. Penambahan kapasitas tersebut menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang harus tetap melakukan perjalanan ke Jakarta di tengah gangguan transportasi udara.
Ribuan Penerbangan Terdampak
Gangguan transportasi udara terjadi setelah abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebar ke sejumlah wilayah.
BMKG menyebut sebaran abu vulkanik pada Senin pagi terpantau hingga ketinggian sekitar 15.000 kaki dan bergerak ke arah barat. Sebaran abu tersebut berdampak langsung terhadap keselamatan penerbangan sehingga sejumlah bandara harus menghentikan sementara operasionalnya.
Pemerintah kemudian memperpanjang penutupan sejumlah bandara terdampak. Bandara Soekarno-Hatta termasuk salah satu bandara yang mengalami penghentian operasional sementara akibat kondisi tersebut.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan hingga Senin (7/9) sore terdapat 2.961 penerbangan domestik dan internasional yang terdampak perubahan operasional bandara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Kondisi tersebut menunjukkan besarnya dampak erupsi terhadap konektivitas transportasi udara nasional.
Aktivitas Anak Krakatau Masih Dipantau
Sementara itu, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih menjadi perhatian pemerintah.
Badan Geologi melalui PVMBG menyatakan episode erupsi menerus yang berlangsung sekitar 25 jam, sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB hingga Minggu (6/9) pukul 00.04 WIB, telah berakhir.
Namun, setelah episode tersebut berakhir, Gunung Anak Krakatau masih mengalami erupsi Strombolian. Berdasarkan evaluasi hingga 7 September 2026, status aktivitas gunung api tersebut tetap berada pada Level III atau Siaga.
BMKG juga terus memantau pergerakan abu vulkanik. Masyarakat pengguna jasa penerbangan diimbau memeriksa informasi terbaru dari maskapai dan otoritas bandara sebelum melakukan perjalanan.
Di tengah gangguan penerbangan tersebut, penambahan perjalanan kereta api menjadi salah satu upaya untuk menjaga mobilitas masyarakat dari wilayah Yogyakarta dan sekitarnya menuju Jakarta.
Prabowo Aji-Klaten





