KARANGANYAR, Kabarterkininews.co.id.
Program pengembangan Koperasi Desa di Kabupaten Karanganyar terus dimatangkan.Hingga kini, sebanyak 146 unit telah terbentuk di seluruh wilayah kabupaten, dengan sekitar 30 unit di antaranya sudah siap untuk operasional.
Namun untuk peluncuran resmi (launching), Karanganyar belum masuk dalam tahap pertama. Peluncuran awal baru dilakukan di beberapa daerah di wilayah Soloraya seperti Boyolali, Klaten, dan Sukoharjo. Sementara Karanganyar dijadwalkan mengikuti pada tahap kedua.
Meski demikian, berbagai persiapan di daerah sudah dilakukan.
Hal tersebut dikatakan Dandim 0727 Karanganyar Letkol Kav Dhanang Prasetyo Kurniawan usai mengikuti peresmian 1.061KDMP olleh Presiden Prabowo Subianto melalui zoom meeting, Sabtu (16/5/2026).
Peresmian juga diikuti Bupati Karanganyar Rober Christanto, Wakil Bupati Adhe Eliana, Kapolres AKBP Arman Sahti serta jajaran Forkompimda.
Menurut Dandim,
Pemerintah desa bersama pengurus koperasi telah melakukan sosialisasi kepada kepala desa serta pihak koperasi desa agar siap ketika peluncuran resmi dilakukan.
“Saat ini untuk yang siap operasional ada sekitar 30 unit. Launching tahap pertama di Soloraya dilakukan di Boyolali, Klaten, dan Sukoharjo. Karanganyar nanti menyusul pada tahap kedua,”ujarnya.
Dari sisi sarana operasional, jelas Dandim, sebagian fasilitas sudah didistribusikan. Sebanyak 19 unit truk telah dibagikan, sementara 30 unit kendaraan pickup juga sudah diserahkan sebelumnya untuk mendukung operasional koperasi di desa.
Sementara itu, di Desa Pandeyan Kecamatan Tasikmadu, pembangunan gedung koperasi telah selesai sepenuhnya. Kepala Desa Pandan, Agung Wijayanto, mengatakan bangunan fisik koperasi sudah berdiri 100 persen dan tinggal menunggu kelengkapan peralatan lainnya.
“Bangunan sudah selesai. Yang sudah kami terima antara lain gedung, rak-rak pendukung, satu truk, dan satu pickup. Untuk kendaraan roda dua dan roda tiga masih belum,”jelasnya.
Meski demikian, operasional koperasi belum dapat berjalan karena masih menunggu beberapa hal, termasuk kejelasan permodalan serta penempatan manajer dan pegawai operasional.
Menurut Agung, struktur pengurus koperasi sudah terbentuk dengan tujuh orang pengurus. Namun untuk posisi manajer dan tenaga kerja lainnya masih menunggu penugasan dari pemerintah pusat.
“Kalau pengurus sudah ada tujuh orang. Tapi untuk manajer dan pegawai operasional kami masih menunggu, kemungkinan dari Kementerian Koperasi,” katanya.
Selain itu, mekanisme operasional koperasi juga masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat, termasuk terkait sistem penjualan dan tata kelola usaha.
Di Desa Pandan sendiri, pemerintah desa berperan dalam penyediaan lahan untuk pembangunan koperasi. Lahan seluas sekitar 1.500 meter persegi telah disiapkan untuk mendukung keberadaan fasilitas tersebut.
“Peran desa dalam program ini menyediakan lahan. Harapannya nanti koperasi ini menjadi milik anggota, yaitu warga desa sendiri,” tambah Agung.
Saat ini, pengurus koperasi masih melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mendorong warga menjadi anggota. Dari laporan sementara, sekitar 300 warga sudah menyatakan minat untuk bergabung meski simpanan pokok dan wajib belum diberlakukan.
“Ke depan, koperasi desa ini diharapkan dapat memberdayakan masyarakat, termasuk para petani, untuk memenuhi berbagai kebutuhan ekonomi desa melalui sistem koperasi yang berbasis anggota,”pungkasnya. (Iwan).







