Meski Ada Kenaikan Harga Sapi Kurban di Pasar Hewan Klaten, Pedagang Tetap Khawatir PMK

Klaten, KabarTerkiniNews.co.id – Krisis politik global yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi berdampak pada naiknya harga sapi kurban di Klaten. Kenaikan harga tersebut antara Rp 1-2 juta per ekor dibanding tahun lalu.

“Ya harga naik, ada peningkatan. Naiknya ya antara Rp 1-2 jutaan per ekor,” ungkap Sugiyanto, pedagang sapi warga Desa Cawan, Kecamatan Jatinom, saat ditemui, Jumat (15/05)

Bacaan Lainnya

Menurut Sugiyanto, kenaikan itu wajar karena harga pakan campuran dan barang kebutuhan lainnya juga naik. Dengan kenaikan itu saat ini harga sapi layak kurban rata – rata Rp 25 juta.

“Ya rata – rata yang layak kurban umur dua tahun Rp 25 juta, tahun lalu masih ada harga Rp 23 juta atau Rp 24 juta, sekarang tidak. Ini yang layak lho ya,” jelasnya

Dengan harga naik itu, sebut Sugiyanto, bagi pedagang atau peternak sama saja. Yang jelas kekhawatiran terbesar penyakit mulut dan kuku sudah jarang.

“Penyakit PMK sudah jarang, itu kabar baiknya, beda beberapa tahun lalu,” imbuhnya.

Pedagang lainnya, Salim Raharjo, pedagang dari Desa Kwaren, Kecamatan Ngawen menyatakan kondisi sudah ramai seminggu terakhir. Untuk harga memang mengalami kenaikan.

” Harga memang naik rata-rata Rp 1,5 juta per ekor dibanding tahun lalu. Sapi kurban yang terjual di kisaran Rp 25 juta, itu minimal yang layak,” Katanya.

Salim mengakui khawatir yang menjadi dasar kerugian para pedagang adanya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Namun telah dilakukan deteksi dini untuk menekan temuan penyakit tersebut.

“Kalau di bawah harga itu sudah jarang. Kekhawatiran kita ya sebenarnya cuma PMK tapi ini sudah berkurang,” katanya.

Koordinator Puskeswan Jatinom, Ana Widyasari mengatakan jumlah sapi di pasar Jatinom mencapai ratusan. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan sapi bergejala PMK.

“Alhamdulillah untuk PMK tidak ada, baik pemeriksaan mulut hidung atau kaki pincang . Yang ada cuma luka kecil saat diturunkan dari mobil angkutan,” Ungkapnya.

Terkait hal tersebut, Ana menghimbau agar para pedagang selalu mentaati peraturan yang telah diberikan dari Dokter hewan, untuk waspada penyakit PMK.

” Kita terus mengimbau ke pedagang, agar sapi yang sakit tidak dibawa ke pasar sehingga tidak menular ke sapi lain,” Tuturnya.

Prabowo Aji

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *