Klaten, KabarTerkiniNews.co.id – Sebagai Wujud Kepedulian dan Kesejahteraan terhadap warga disekitar Candi Prambanan, Borobudur dan Ratu Boko, PT TWC Lakukan bedah rumah. Pada Kamis (15/01) Siang, secara simbolis dilakukan di Desa Kebondalem Kidul, milik Keluarga Indra Purwanto dan Hermiyati.
Komisaris Utama IDM Muhammad Tri Andika saat dikonfirmasi dilokasi menjelaskan, bantuan untuk Hermiyati merupakan rumah ke-52 yang telah dibangun perusahaan sejak 2016. Program tersebut merupakan bagian dari visi perusahaan yang mengusung tema Berdaya di 2026.
”Ini wujud nyata keberdayaan masyarakat di sekitar destinasi wisata kami. Kami mengutamakan mereka yang benar-benar membutuhkan,” Katanya.
Dilanjut Tri Andika, Dari sebuah rumah petak sempit berukuran 5 meter x 5 meter, kini bangunan itu berdiri kokoh dan layak disebut sebagai Istana bagi keluarganya, dengan luas bangunan 6 meter x 7 meter.
” Seperti kondisi Ibu Hermi yang sebelumnya cukup mengenaskan tidur bertumpuk sekeluarga dan tidak punya sanitas,” Tuturnya.
Direktur Utama IDM Febrina Intan menjelaskan, Rumah yang selama ini ia tempati bersama suami dan ketiga anaknya kini telah berubah total. Saat ini warga penerimaan manfaat dapat hidup dengan sehat dan nyaman bersama keluarga.
” Ini sebagai wujud kepedulian bagi warga disekitar Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko. Seperti diketahui ya, dulu warga yang menerima manfaat ini, rumahnya sangat tidak layak huni, bahkan, ada yang tidur di kandang hewan ternak itu ada,” Ungkapnya.
Hermiyati menerima bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni, (RTLH) dengan nilai antara Rp 50 juta-Rp 60 juta. Renovasi melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) atau corporate social responsibility (CSR).
”Dulu kamar jadi satu. Satu ruangan buat tidur, makan, sampai main anak-anak jadi satu petak saja,” Ujarnya.
Sebelum mendapatkan bantuan, kondisi rumah Hermiyati sangat memprihatinkan. Luasnya hanya sekira 5 x 5 meter, rumah tersebut tidak memiliki sekat kamar.
” Kami belum punya kamar mandi sendiri, kalau mau mandi harus menumpang ke tempat saudara,” kenang Hermiyati, Kamis (15/1/2026).
Suaminya, Indra Purwanto, 38, bekerja sebagai buruh serabutan di Jogja. Sementara Hermiyati membantu ekonomi keluarga dengan membuka usaha jasa setrika kecil-kecilan.
”Sangat bersyukur, tidak menyangka. Ini istana buat saya. Apalagi anak gadis saya yang kelas 2 SMP sekarang sudah bisa punya kamar sendiri,” ungkapnya haru.
Prabowo Aji







